Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Ketika Guru Sekolah Menyapa dengan Ramah

Saya mempunyai seorang “anak”, sekarang duduk di kelas 3 SMP (kelas 9 ya?). Saya akui memang termasuk anak bandel. Salah satunya (ternyata) suka bolos sekolah. Baca lebih lanjut

17 Februari 2012 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , | 4 Komentar

Dari Tukang Cari Rumput Sampai Sukses Menjadi Dosen [Kisah]

Terseok-seok langkah kaki anak kecil umuran kelas 2 SMP menyusuri jalan berbatu, naik turun, tapi ada juga yang rata. Di atas kepalanya keranjang bundar penuh dengan gaplek. Sekali-kali tangannya bergantian memegangi beban, kadang mengelap peluh yang bercucuran.

Hari masih remang-remang pagi. Jam 5 matahari belum menampakkan terangnya. Anak kecil itu sudah berangkat dari rumah agar bisa mampir pasar dan tidak telat masuk sekolah. Jarak 10 kilometer tidak lagi dirasakan jauh, karena sudah tiap hari dijalani. Berangkat sekolah sambil sekaligus membantu bapak angkatnya menjual gaplek di pasar. Maklumlah, waktu itu belum ada angkutan seperti sekarang. Baca lebih lanjut

8 Agustus 2011 Posted by | Catatan Saya | , , | 2 Komentar

Syukurlah, Anak Buruh Tani ini Diterima di UGM Lewat Program PBUSV/PBUTM

Pendidikan. Tentu semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Tidak terkecuali, anak buruh tani yang menjadi tokoh postingan kali ini.

Pertama kali mengenalnya, yang paling terkesan adalah cerita bagaimana bapaknya menjalani keseharian sebagai buruh tani. Dari rumah sampai lahan garapannya berjarak sekitar lebih dari 6 kilometer. Ditempuh tiap hari dengan jalan kaki. Berangkat pagi-pagi sekali, pulangnya sudah senja menjelang malam. Dan perlu diketahui, lahan garapan di sini seperti rata-rata lahan pertanian di Gunungkidul: lahan tadah hujan yang tandus dan kering saat kemarau datang.
Baca lebih lanjut

21 Juni 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Sembunyi di Game Online

 

Tiba-tiba ada telpon dari temen yang kerja di Lombok, minta tolong mbantu nyariin anaknya karena sudah seminggu menghilang dari kost. Pakdenya yang “diberi” tugas mengawasi juga kebingungan, masalahnya bukan sekedar hilang dari kost, malah sudah seminggu juga si-anak yang sudah duduk di bangku SMU itu tidak masuk sekolah…
Akhir cerita, ketemu juga si-anak itu sembunyi di game online. Bapaknya langsung meluncur dari Lombok… Entah bagaimana cerita selanjutnya… Baca lebih lanjut

29 Agustus 2008 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , | 2 Komentar

Sekolah untuk Kemajuan Bangsa

 

Melihat anak-anak murid dengan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran di dalam kelas. Pikiran menerawang jauh, memikirkan kejadian-kejadian masa lalu, memikirkan kelanjutan nasib negeri ini, memikirkan kemajuan bangsa. Sambil disadari, bahwa memang hanya dan hanya bisa sekedar memikirkan. Toh, menjadi salah satu dari banyak orang yang termasuk orang pinggiran di tanah air ini, buat apa to mikir yang bukan wajib menjadi tugas pokoknya !! Negara dan bangsa kan sudah dipikir sama orang-orang besar di atas sana !! Baca lebih lanjut

28 Juli 2008 Posted by | Catatan Saya | , , , , | Tinggalkan komentar