Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Selingkuh [puisi]

Selingkuh [puisi]
– – – – – – – – – – – –

Manis bibirmu
Lempar aku ke langit semu

Dua api menyatu
Kita saling ganggu

Di paruh waktu
Tenggelam dalam hasrat menggebu Baca lebih lanjut

5 Desember 2011 Posted by | Uncategorized | , | 1 Komentar

Gara-Gara Selingkuh, Anggota DPRD Terancam Dipecat dari Keanggotaannya

Selingkuh, Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra terancam di pecat dari keanggotaanya. Anggota DPD Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dikabarkan tersandung kasus perselingkuhan.

MH diketahui selingkuh setelah dilaporkan istrinya berinisial IR ke polisi karena terlibat perselingkuhan dengan My di kamar hotel di wilayah Cakranegara Mataram. Baca lebih lanjut

19 Maret 2010 Posted by | Unduh dari media online | , , , , , | 7 Komentar

Kisah PNS Punya IStri Simpanan: Berawal dari Suka Nongkrong di Kafe, Kepincut Gadis Usia 11 Tahun

Dalam rumah tangga, romantisme itu perlu. Ketika romantisme sirna, rasa cinta bisa memudar.

Ada sebuah ungkapan, lelaki beristri bila sudah mapan cenderung untuk menikah lagi. Ungkapan ini benar-benar dialami Alex (nama samaran) seorang PNS di salah satu kabupaten di Kalbar. Alex telah membohongi istrinya dengan nikah diam-diam (siri) dengan seorang siswi di Mempawah. Berikut ini penuturan Alex dengan kru Dibalik Cerite, belum lama ini. Baca lebih lanjut

12 Maret 2010 Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Penyalahgunaan FACEBOOK: dari Dunia Maya ke Kamar Hotel

SITUS jejaring sosial Facebook akhir-akhir ini menjadi sorotan. Para orang tua pun ikut gundah gulana setelah sejumlah kasus menimpa anak baru gede (ABG) yang menjadi pelaku atau korban penyalahgunaan situs yang ditemukan Mark Zuckerberg itu. Apa saja modusnya dan bagaimana mencegah dampak negatif dari situs pertemanan tersebut. Berikut laporannya.

SEBUAH mobil kijang berpelat merah parkir di bagian belakang sebuah hotel melati di sudut Kota Banjarmasin, siang itu. Seorang lelaki muda berpakaian rapi tampak bergegas masuk ke lobi hotel. Baca lebih lanjut

15 Februari 2010 Posted by | Unduh dari media online | , , | 6 Komentar

Walah, Suami Menyewa Tetangga untuk Menghamili Istrinya, Setelah Dibayar Ternyata…..

Mau untung, eh, malah buntung. Nasib sial ini menimpa seorang pria di Stuttgart, Jerman. Ia menyewa tetangganya untuk menghamili istrinya, karena dia sendiri infertile.

Ceritanya begini, Baca lebih lanjut

24 Januari 2010 Posted by | yang penting FUN | , , , , , , , , , | 13 Komentar

Kenapa Masih Juga tidak Setuju Poligami ?


Semua lelaki memiliki naluri berpoligami. Dalam hal “semua lelaki” ini mengartikulasikannya jangan sampai terjebak dalam paradigma beragama. Memang dalam agama sendiri, kasus poligami mendapat tempat yang khusus. Walaupun sebenarnya kekhususan itu karena faktor para pemeluknya sendiri. Sedang agama tidak melulu ngomongin masalah perempuan, kawin, poligami, monogami atau stereogami. Baca lebih lanjut

5 Desember 2009 Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Jadi Kepingin Tau Siapa Ibu Hartati Murdaya yang Diisukan Menerima Aliran Dana Century (Isu dari BENDERA)

Beberapa kali melihat dashboard wordpress-ku, blog yang memuat isu penerima aliran dana century terus saja nangkring di rangking teratas. Namanya juga orang ingin tau, wajar toh…. Setelah baca, banyak nama yang sudah nggak asing lagi, tapi ada satu nama yang bagiku termasuk kurang sering diliput berita; yaitu Ibu Hartati Murdaya. Siapa sih beliau ?
Akhirnya nanya aja ke Pakde Google dan Kangmas WordPress.

Dan ini dia 10 hasil yang saya pilih dari Pakde Google: Baca lebih lanjut

3 Desember 2009 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

10 ALASAN BER-POLIGAMI

poligamii
ANTARA IOANES RAKHMAT DENGAN FAUZAN AL ANSHARI

Fauzan Al-Anshari

Assalamu’alaikum Wr wb.

Poligami setuju nggak?
Bapak-bapak: Setujuuu….

Setuju Bu?
Ibu-ibu: Tidaaak…

Ya, kedua-duanya tidak ada gunanya. Baik setuju maupun tidak, saya terus poligami. Karena memang syariat itu tidak perlu dipolling dan divoting. Nah, jadi ini poligami antara teori dan praktek. Saya mau testimony sedikit, tapi saya sudah sampai pada kesimpulan, bahwa poligami itu, al-ashlu fi atta’addudi al-ibahah. Boleh. Jadi orang berpoligami itu halal.

Halal apa haram?
Bapak-bapak: Halaaaal….

Ibu, halal apa haram Bu?
Ibu-ibu: Haraaaam…

Ya, sekarang kita lihat. Ini begini. Ada kitab tafsir Ibn Katsir. Ini tafsir bil-ma’tsur, tafsir yang sudah diakui paling baik dari segi metodologinya oleh jumhur ulama, itu sepakat sekali batasan beristri itu empat. Oleh sebab itu hokum poligami itu asalnya ibahah, boleh.

Tapi pada kondisi tertentu, itu bias menjadi wajib. Misalnya anggota DPR itu, itu sudah wajib. Sebab kalau tidak, mesti maksiyat, gitu lho. Kenapa? Ada 3 faktor:
Ilmu, al’ilmu qabla ‘amal. Mosok kepala bidang kerohanian nggak ngerti. Dari segi harta, sangguplah. Rumahnya mewah kan? Nah, bagian yang ketiga, masalah biologis. Kalau tidak terpenuhi, ya pasti akan menyimpang.

Cuma ada satu lagi. Orang itu ada salahnya, takwa. Kalau takwa itu takut tidak bisa berbuat adil, takut kepada Allah. Tapi ada satu lagi, ”TAKUA: Takut Istri Tua”. Nah, kalau ini lain persoalannya.

Jadi normalnya boleh. Oleh sebab itu, ini ada dua kitab juga. Dua kitab ini sangat penting: menolak apa yang dihalalkan oleh Allah, itu bisa murtad. Poligami itu dihalalkan. Kalau anda mengatakan haram, itu murtad.
Yang kedua, kalau menyamakan poligami dengan perzinahan, itu murtad. Kemudian yang menghalang-halangi orang yang mau poligami: kafir. Ayatnya bagaimana?
Ini ayatnya: alladzina kafaru yulfiquna amwalahum liyashuddu ‘an sabilillah.

(…….)

Sekarang prakteknya. Prakteknya gampang sekali. Sekarang tanya aja, misalnya Anda mau kawin lagi ya.
Tanya Bu Musdah kalau masih gadis ya.
Mau saya madu nggak?
Nggak mau”.
Ya sudah cari yang lain. Kalau dia mau, ya sudah bismillah, jalani.

Jadi sebenarnya poligami itu tidak perlu diseminarkan, tapi dilaksanakan segera.

(……….)

Oleh sebab itu, kalau mau adu-aduan soal data ya, kita banyak sekali data kan? Cuma begini, saya percaya dengan ulasan, tadi yang disampaikan Bu Musdah, boleh mengawini janda, asal janda yang jelek, yang anaknya banyak.

Nah, itu memang perasaan umum, perasaan publik. Jadi kenapa Aa Gym diprotes, itu karena yang dinikahi janda mantan model. Coba kalau yang dinikahi itu janda jelek, item, tungteng, gitu ya, itu saya tanya langsung pada sopir taksi. “Ya pak, kalau jandanya jelek sih, saya juga nggak protes.”

Jadi artinya apa?
Yang dilanggar Aa Gym itu bukan melanggar syariat, tapi melanggar perasaan umum.

Bener nggak?

Kemudian yang berikutnya: saya menikah pertama tahun 1986. Saya lahir 1966, istri saya yang pertama lahir 1961. itu juga nggak sengaja nikahnya. Karena saya mengantar. Karena ada murobbi-murobbi yang biasanya membina ukhti-ukhti, daun-daun muda itu biasanya kita prioritaskan. Sehingga ada yang … suka telat Pak. Namanya calon tua. Kemudian kasak-kusuk, bagaimana supaya dapat jodoh. Sudah diantar, ada ikhwan mau, sudah ketemu, “aduh, gimana nih. Udah, ente aja deh.” Waduh, gimana ini, nanti bisa kejatuhan tangga ini. Trus akhirnya kejatuhan tangga. Kita kan nganter, mak comblang, malah kita yang jadi. Itu namanya kejatuhan tangga, tapi tangganya empuk.

Yang kedua juga begitu. Kelahiran tahun 1958. Saya antar, kejatuhan tangga lagi, empuk tapi.

Yang ketiga, kelahiran 1964. begitu juga. Yang keempat ini, janda anak satu. Karena suaminya murtad. Lebih muda.
Saya baru merasa: “Wah memang Nabi itu memang benar sekali. Pilihlah gadis yang muda-muda, karena biar bisa bermanja-manja, dan mulutnya manis.”

Cuma saya ini sudah pol, Pak. Ada dalil nggak untuk bisa nambah lagi. Kalau sebagian ulama Syiah boleh ya.
Ada ulama dalam Ibn Katsir dikatakan, berdasarkan hadits Nabi:

Ya ma’syara al-syabab, man istatha’a minkum al-ba’a fal-yatazawwaj”.
Wahai para pemuda, siapa yang punya al-ba’ah, sanggup memikul beban rumah tangga, menikahlah.

Kalau ukurannya sanggup, nggak terbatas ya. Tapi saya ikut yang jumhur ulama. Itu keyakinan yang saya punya.

Soal adil. Ini adil yang selalu dipersoalkan. Saya tanya kepada istri-istri.

Siapa yang merasa dizalimi oleh saya, silakan mengajukan khuluk.”

Mengajukan khuluk itu mengajukan cerai. Saya mampunya begini. Ngasih makan, sebulan 100 ribu. Kalau nggak cukup ya puasa. Terserah mau puasa Senin Kamis atau puasa Daud silakan. Kalau mundur ya alhamdulillah, saya akan menikah lagi. Begitu hari ini mundur, besok saya akan langsung menikah lagi. Jadi sudah ngantri rupanya yang mau dimadu itu.

Jadi ini persoalannya begini, mudah sekali. Adil itu begini Bu, jangan dibawa kepada perasaan.

Ketika Nabi menggilir istrinya, beliau berdoa begini:
“Allahumma hadza qasmy, wala talunny fi ma tamlik wal amlik.” Ya Allah, inilah bagianku. Janganlah engkau mencela aku terhadap sesuatu yang tak Engkau miliki, tapi aku miliki, yaitu hati.

Jadi, jangankan pada istri-istri, pada anak saja: misalnya ada anak 4. Anak saya 20 ya. Itu nggak sama, yang satu agak nakal, yang satu agak soleh, yang satu kayak bapaknya, yang satu kayak ibunya. Itu begitu. Itu kalau soal perasaan.

Nah, apalagi ini istri, maaf ya, kan istri-istrinya beda-beda ya. Gayanya pun beda-beda. Sentuhannya juga beda. Bahasanya, logatnya beda-beda juga. Ada yang aslinya dari Tegal, itu kalau ngomong saya pengen ketawa. Ada yang dari Jogja, kalau ngomong lemah lembut, jadi belum apa-apa udah merangsang bawaannya. Ada yang dari Jakarta, wah. Gitu ya.

Jadi begini ya, kenapa Rasulullah SAW menikahi janda. Ini bukan sunnah yang harus kita ittaba’. Ini kekhususan Rasulullah. Sebab kalau kita mengikuti sunnah seperti Rasulullah, kita harus menikahi janda berumur 40 tahun seperti Khadijah. Susah ini. Bisa-bisa nggak jadi kawin kita. Ya kan?

Jadi dalam pengertian ini, jangan sampai kita memahami sunnah itu seperti itu.

Kemudian yang kedua, kenapa Rasulullah SAW melarang Ali memadu anaknya Abu Jahal. Rasulullah tidak suka anaknya itu disatu-rumahkan dengan anak daripada musuh Rasulullah SAW. Nah oleh sebab itu, dalam memahami konteks kenapa Rasulullah tidak langsung ta’addud pada awalnya, itu semuanya adalah kekhususan beliau sendiri. Untuk umatnya, sudah bisa ditakhsis tadi dalam segi pembatasan.

Walaupun ada juga pendapat ulama lain yang berpendapat jumlahnya 9 ada yang tak terbatas.

Sekarang persoalannya di mana? Dalam soal ta’addud ini, itu persoalannya ada di tangan kaum pria. Itu kan perintahnya “fankihu ma thaba lakum minannisa’i..”

Ayatnya udah jelas khitabnya untuk kita. Untuk laki-laki atau untuk perempuan?
Ya untuk laki-laki. Ya kan?

Kemudian hadits Nabi “Ya ma’syara al-syabab..” itu kepada pemuda. Jadi lancar tidaknya poligami tergantung antum semua laki-laki ini. Bukan tergantung wanita. Kalau begitu. Kalau Anda mau ta’addud, diam-diam kita adakan konsultasi: bagaimana mengatur strategi dan taktik, supaya istri-istri kita itu tidak..

Nah, saya ingin memberikan pengalaman yang penting. Ayat “fankihu…” Jadi memang rumah itu adalah tempat yang paling alami untuk wanita-wanita, ibu-ibu melahirkan generasi yang luar biasa. Tidak ada mujahid yang tidak keluar dari pembinaan di rumah itu. Ini persoalannya. Justru munculnya protes itu datangnya dari wanita-wanita yang biasa keluar rumah, yang menuntut karir dan sebagainya.

Ini persoalannya. Saya sudah identifikasi. Tetapi saya harus menyampaikan juga, justru pendapat dari Konggres NOU (?) yang di Uthah, sebenarnya poligami itu adalah kondisi yang paling ideal untuk wanita karir, feminis seperti Bu Musdah dan lain sebagainya. Kenapa? Sebab dia ini membutuhkan karir yang tinggi. Kalau harus melayani terus suaminya yang satu itu, capek kasihan. Dia habis stress bantah-bantahan diskusi, pulang, terus suaminya “ Ayo Mak..”

“Entar-entar, gue lagi stress nih.” Gitu ya. Biasanya begitu.

Tapi kalau ada istri yang kedua, ketiga, keempat, kalau dia stress, itu bisa langsung masuk kamar kan? Sendiri menyelesaikan masalahnya, tanpa merasa dosa bahwa dia tidak melayani suami. Kan begitu? Coba kalau dia istrinya cuman satu saja. Suaminya ada di rumah, lagi nungguuu gitu ya. “Kapaaan istri saya pulang ini ya.” Begitu pulang udah capek. Bisa-bisa pembantu yang dimakan. Bisa-bisa anak sendiri yang dimakan. Nah, makanya harus ada manajemen nafsu.

Betul. “Innannafsa la’ammaratun bissu’ illa ma rahima rabbih”. Islam itu tidak membunuh nafsu. Kalau nafsu dibunuh, Anda tidak akan lahir. Anda ini kan hasil dari nafsu-nafsu ini semuanya, termasuk saya juga, kan gitu. Ya nggak?

Nafsu bapak-bapak kita itu. Nafsu itu tidak boleh dibunuh tapi disalurkan. Nih, salurannya begini Pak, poligami.

Nah, oleh sebab itu, mudah-mudahan keterangan ini, ya testimoninya agak singkat saja, tapi yang jelas, ukuran adil tadi Allah dan Rasulnya sudah menjelaskan secara syar’i, dalam praktek maupun dalam teori. Demikian yang bisa saya sampaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ioanes Rakhmat

Teman-teman,

Sementara diskusi ttg poligami terus berlangsung di milis ini, dengan Bung Ade menjadi sasarannya, saya mulai berpikir, adakah alasan yang betul-betul sah untuk melarang poligami. Kalau kita semua memperjuangkan kehidupan yang toleran, bebas, demokratis, adil, humanistik, misalnya, seharusnya kita juga bisa menerima poligami.

Adakah alasan-alasan kemanusiaan dan rasional, dan bukan alasan skriptural, yang bisa membenarkan poligami? Saya kira, ada cukup alasan untuk bisa membenarkan poligami.

Alasan utama adalah alasan kebebasan individual: setiap orang bebas dan bertanggungjawab untuk menentukan pasangan hidupnya sendiri, entah jumlah pasangannya nol, satu, dua atau pun tiga.

Kedua, alasan cinta; kalau seorang pria jatuh cinta pada seorang perempuan dan demikian juga sebaliknya, maka pasangan ini berhak untuk kawin kendatipun ini bukan perkawinan pertama mereka dan juga bukan dengan pasangan pertama.

Alasan ketiga, alasan ekonomis: kalau seorang laki-laki bisa menghidupi ekonomi sekian istri dengan semua anak mereka, ia memiliki modal ekonomi kuat untuk berpoligami.

Alasan keempat, alasan dukungan psikologis: jika istri-istri tua rela menerima kehadiran istri-istri muda, si suami tidak mengalami kendala internal untuk ia berpoligami.

Alasan kelima, berpoligami bukanlah tindakan kriminal (sekalipun ada UU Perkawinan), apalagi jika poligami dilakukan karena alasan cinta.

Alasan keenam, poligami tidak otomatis akan membuahkan ketidakadilan gender, jika si suami sungguh-sungguh dapat memperlakukan semua istrinya dengan respek, cinta dan keadilan.

Alasan ketujuh, poligami tidak otomatis menghina dan merendahkan kaum perempuan, malah bisa terjadi hal sebaliknya.

Alasan kedelapan, poligami tidak otomatis menodai atau merendahkan agama apapun, sejauh orang yang berpoligami tetap bisa menjalankan ibadahnya dengan setia.

Alasan kesembilan, poligami paralel dengan tindakan membentuk masyarakat yang jumlah anggotanya lebih besar.

Alasan kesepuluh, poligami adalah seni yang lebih advanced membangun rumah tangga; dan tidak ada satu karya senipun yang harus dimusuhi.

Nah, itu sepuluh alasan mengapa poligami, pilihan yang masuk akal juga.

Sumber: tegakluruskelangit (sebelum diupgrade).

17 November 2009 Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Komentar