Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Cara Membedakan Puyuh Jantan dan Puyuh Betina

Salam sejahtera …

Ada yang berpendapat bahwa dalam beternak puyuh petelur sebaiknya juga tetep memelihara puyuh jantan, alias dipelihara bersama dengan puyuh-puyuh betina.  Alasannya agar suara puyuh jantan bisa merangsang puyuh betina dan meningkatkan produksi telur. Idealnya per-1000 populasi ada maksmal 5 puyuh jantan. [lupa sumbernya, dulu baca sudah lebih dari 3 tahun].

Namun ada juga yang berpendapat  demikian :

“puyuh jantan harus disingkirkan, karena dapat mengganggu ketenangan puyuh betina. Telur-telur yang dihasilkan betina juga akan cepat rusak dan membusuk karena adanya embrio. Di samping itu juga menambah beban karena memboroskan ransum.

Tetapi dalam kondisi tertentu, puyuh jantan juga sangat diperlukan, misalnya untuk menghasilkan telur yang bisa ditetaskan.

Hanya saja keperluannya relatif sedikit. Cukup dua sampai tiga ekor untuk sepuluh betina. Inilah yang mengakibatkan nilai jual puyuh jantan menjadi rendah di mata peternak, khususnya peternak pengusaha telur.”

Silahkan untuk diterapkan pada pengalaman masing-masing yang berkeinginan memulai beternak. Soalnya isi postingan kali ini ialah ingin share tentang membedakan puyuh jantan dan betina.

Lama tidak surfing (maklum, posting aja sambil playon, apalagi surfing :) ). Saya menemukan sebuah artikel yang sangat bagus sekali mengenai  cara membedakan puyuh jantan dan betina.

Saya mencoba meminta ijin untuk share, tapi login berkali-kali gagal terus. Tapi selak  ngebet pengen saya posting, ya mudah-mudahan tidak ada komplain.

Artikel ini jelas dari beliau yang bener-bener pakar puyuh.  Sedangkan kalo saya ini pakar-pakaran (yang penting tidak cakar-cakaran).

Saya ini hanya tau sedikit-sedikit tapi nekat berani nuliskan. Karena itu CMIIW alias Correct Me If I’m Wrong, mohon maklumnya kalau ada salah dari semua postingan saya.

Nah begini cara membedakan puyuh jantan dan betina:

Menurut Budi Rahayu (1984), menentukan jenis kelamin puyuh tidaklah sulit. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat warna bulu. Hal ini bisa ditentukan setelah anak puyuh berumur 3 minggu, sebab

pada usia inilah anak-anak puyuh bulunya sudah tumbuh sempurna, terutama pada Cortunix cortunix japonica (puyuh asal Jepang). Perbedaan jantan dan betina pada Cortunix cortunix japonica adalah dengan melihat bulu dada. Pada burung puyuh jantan

warna bulu penutup bagian dada adalah merah coklat (sawo matang), tanpa terdapat garis atau bercak-bercak hitam. Sebaliknya pada burung betina bulu dadanya merah coklat dan terdapat garis atau bercak-bercak hitam.

Puyuh juga dapat dibedakan jenis kelaminnya setelah berumur lebih dari 1,5 bulan, yakni dengan mengenal suaranya. Puyuh jantan akan berkokok nyaring seperti ayam hutan, sedang betina tidak. Ciri lainnya adalah bobot badan. Umumnya puyuh betina memiliki bobot badan yang lebih besar dibandingkan puyuh jantan. Puyuh betina

dewasa biasanya memiliki bobot antara 110-160 gram dan puyuh jantan dewasa berbobot antara 100-140 gram. Begitu pula bentuk pantatnya, puyuh jantan pantatnya bulat dan besar sedang si betina lebih kecil.

Metode kloaka

Penentuan kelamin anak puyuh dengan melihat warna bulu memang paling mudah dan praktis. Tetapi susahnya harus menunggu terlebih dulu sampai puyuh berumur 3 minggu dan tumbuh semua bulunya.

Bagi pengusaha ternak komersial praktek serupa ini jelas tidak ekonomis dan mempertipis keuntungan. Hal ini pasti tidak dikehendaki. Itulah sebabnya mengapa metode kloaka lebih disukai para pengusaha untuk menentukan jantan-betinanya.

Dengan menggunakan metode kloaka anak puyuh sudah bisa dipilih dan ditentukan pemeliharaannya lebih lanjut, sehari setelah keluar dari penetasan.

Saat itu  anak puyuh bobotnya baru mencapai 8 gram dan lubang duburnya baru selebar 3 milimeter. Penentuan jantan-betina adalah dengan meneliti secara seksama bagian lubang dubur atau kloakanya. Pemeriksaan tersebut sebenarnya sangat sederhana dan mudah.

Caranya, dengan memegang anak puyuh memakai tangan kiri, dengan punggung menghadap si pemeriksa lalu kaki mengarah keluar serta kepala tunduk kebawah.

Selanjutnya pantat dan punggung dipegang dengan telunjuk dan ibu jari, kaki diletakkan antara jari tengah dan jari manis, serta leher diletakkan antara jari manis dan kelingking.

Dengan demikian posisi anak puyuh dalam keadaan menungging. Pada posisi seperti inilah penentuan jenis kelamin bisa kita lakukan.

Pertama, urut dahulu perut anak puyuh ke arah dubur sampai keluar kotorannya. Kotoran dibersihkan dengan kain atau kapas, selanjutnya dubur dibuka dan diraba-raba.

Perabaan atau pemeriksaan dilakukan dengan jari sampai ditemukan tonjolan atau lipatan pada dinding kloaka. Kalau tidak ada tonjolan, berati itu anak puyuh betina.

Tapi kalau terasa ada tonjolan, anak puyuh tersebut berjenis kelamin jantan. Tonjolan kecil tersebut sebenarnya juga dapat kita saksikan bentuknya menggunakan kaca pembesar dan penerangan lampu 75 watt. Bentuk tonjolan pada puyuh berkelamin jantan mirip seperti bentuk jantung.

Tetapi sayangnya tak semua orang bisa melakukan penentuan kelamindengan metode ini, karena untuk menjadi ahli dan terampil diperlukan latihan berulang kali.PI/dw

Sumber: www.poultryindonesia.com 


Demikian semoga bermanfaat.

30 Juni 2011 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh, Puyuh Lama | , , , , , , ,

18 Komentar »

  1. sistim anda sudah kuno (maaf) sekarang tidak usah pelihara puyuh jantan dari kecil, karena sudah bisa dipisah jantan dan betina dari mulai menetas, jantan yg hitam, betina yg kuning, dengan cara memurnikan gen – gen parentstock , anda butuh informasi lebih lanjut hubungi saya 081267135922 di tarusan painan sumtera barat

    Komentar oleh alizon | 29 September 2011 | Balas

    • Tidak masalah, Pak. Saya senang malah.
      Terima kasih sudah menyempatkan mengapresiasi dan berbagi informasi.

      Kami sangat membutuhkan informasi dan masukan-masukan dari para senior.

      Kami yang masih ijo dalam perpuyuhan, selalu sangat menunggu kritik, saran, informasi, dan masukan dari para senior.

      Salam.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 30 September 2011 | Balas

  2. sekarang puyuh jantan dan betina sudah bisa dipisah sejak mulai menetas (dari tahun 1999) jantan hitam betina kuning, anda butuh informasi hubungi 081267135922 (Ir.Alizon Tarusan Pessel SUMBAR)

    Komentar oleh alizon | 29 September 2011 | Balas

    • Terima kasih sudah menyempatkan berbagi informasi. Tentu bermanfaat bagi sesama, khususnya pelaku budidaya puyuh.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 30 September 2011 | Balas

  3. maaf saya mencoba berulang kali degan metode kloaka… tp tetap saja tidak bisa membedakan mana jantan mana betina…. mohon bimbingannya agar saya bisa sexing dng metode tersebut …mungkin ada trik dan tips ,,,,,,,, ???? trimakasih

    Komentar oleh adzie gemak holicz | 26 Oktober 2011 | Balas

    • Mohon maklumnya. Silahkan meluncur ke link ya aslinya di poultry indonesia. Saya sudah login dan bertanya, mungkin sibuk belum bisa nanggapi.

      Semoga berkenan.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 27 Oktober 2011 | Balas

  4. Saya hargai pendapat Budi Rahayu karena memang dosen saya yang dikutip PI. untuk metode seksi puyuh dengan kloaka secara tegas saya bantah, hal ini tidak dapat dilakukan pada pada puyuh tetapi berlaku pada unggas seperti ayam, bebek, mentok dll. menjelaskannya begini. bobot telur 9 – 12 gr, saat menetas sktr 7 – 7.5 gr (sebesar jari kelingking orang dewasa) coba banyangkan.

    Komentar oleh puyuh jepang | 28 November 2011 | Balas

    • Terima kasih berkenan mengapresiasi.
      Untuk postingan ini, saya sudah login dan minta ijin pada PI. Tapi tidak bisa masuk komentarnya.
      Akhirnya tetep saya posting juga.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 28 November 2011 | Balas

  5. Saya hargai pendapat Ir. Alizon. pendpt bpk Alizon tidak semua benar. dlm skripsi sy. pd bab kesimpulan dan saran: begini, peternak jangan terkecoh ketika di lapangan, tidak semua warna bulu hitam adalah jantan, tidak semua warna bulu kuning/cokelat adalah betina. hal ini tergantung dari warna bulu tetuanya. sbb warna bulu puyuh jepang dikendalikan gen atau pasangan gen terpaut pada CHROMOSOME SEX. untuk lebih jelas dpt dibaca HALAMAN DEPAN.

    Komentar oleh puyuh jepang | 28 November 2011 | Balas

    • oke, bapak puyuh jepang, pernyataan bapak diatas benar “peternak jangan terkecoh ketika di lapangan, tidak semua warna bulu hitam adalah jantan, tidak semua warna bulu kuning/cokelat adalah betina. hal ini tergantung dari warna bulu tetuanya. sbb warna bulu puyuh jepang dikendalikan gen atau pasangan gen terpaut pada CHROMOSOME SEX.”
      Diharapkan kita jangan mengecoh peternak, kita bagikan ilmu untuk peternak, karena kita dapatkan ilmu diperguruan tinggi untuk dibagi2kan kepada peternak, moga2 kita juga dapatkan pahalanya kelak aamiin.
      Pengalaman saya pak puyuh jepang, udah lebih dari 20 tahun beternak mulai dari masa kuliah dulu. Untuk hasil petenasan Insya Allah kuning final stock tidak ada terbawa jantan (kuning betina semua). tapi dengan syarat murnikan dulu gen parent stock, kalau betina hitam benar hasil dari perkawinan hitam dengan yang hitam demikian juga denagn pejantan kuningnya, untuk selanjutnya lain waktu kita diskudi lagi, tolong namanya jangan di samarkan apakah nama bapak puyuh jepang?, wassalam

      Komentar oleh alizon | 29 November 2011 | Balas

  6. Ya ada ibroh begini, seorang sarjana ibarat kunang-kunang dimalam hari, S2 ibarat sebuah lilin, demikian S3 ibarat lampu teplok/klenting dan seorang Guru besar ibarat petromaks di malam yg gelap.
    ya sangat setuju ilmu itu harus dibagikan/disebarluaskan ibarat cahaya tadi demi untuk kemaslahatan umat dan alam sekitarnya.
    memang sy merasa prihatin ada beberapa gelintir pelaku perpuyuhan ini masih melakukan praktek-praktek pembohongan terutama kepada peternak pemula, dengan menyebut/mengkaim keunggulan-keunggulan yg dimiliki yg sebenarnya hal tersebut tidak sebenarnya terjadi, yang ujungnya meninggikan harga jual, mereka punya barang. setelah peternak pemula tsb mengikutinya ternyata hasilnya mengecewakan.
    Dulu ada yg mengklaim punya puyuh import asli dari jepang dan bahkan kini ada dari negeri Obama. (pd hal puyuh dikembang sbg petelur bnyk di Asia,dan sbg pedaging di Eropa. tidak tercatat di negeri Obama) sy punya jaringan di balai karantina hewan kementrian pertanian RI, dicek pada daftar dari 10 tahun hingga kini tidak ada import puyuh atau telur tetasnya dari 2 negeri tsb.
    kini ada klaim mencatut istilah grant parent stock (GPS), parent stock (PS) dsb, pd hal untuk memiliki itu semua bnyk syarat2nya .dan diperlukan waktu riset paling tidak 40-50 thn. aspek genetik kualitatif dan kuantitatif, imunogenetika dsb. stlh itu baru di daftarkan dan tercatat pd “American standard poultry of excellent” dan diregistrasi pd The International Registry of Poultry Stock.
    ya sy, pak Alizon dan teman-teman yg lain. tidaklah sprt tadi, amin. .likulli ‘amalin jazaauhu. kita beritakan apa adanya tentang komoditas ini, tidak ada sesuatu yg dilebih-lebihkan hanya mencari keuntungan duniawi semata.
    kayaknya kita sepaham dan sepakat hal tsb diatas. sy punya semboyan “mari kita tingkatkan pendapatan peternak puyuh dan kita bangun generasi bangsa yg sehat dan cerdas dengan mengkonsumsi telur dan daging puyuh”.billahi taufiq wal hidayah wassalamu alaikum.

    Komentar oleh Puyuh Jepang Bekasi | 1 Desember 2011 | Balas

    • Waalaikumsalam wr wq

      Mohon perkenan saya menanggapi terlebih dahulu dan membalas salam.

      Sebagai peternak puyuh yang sekedar memelihara dan berupaya mengais rejeki dalam usaha puyuh. Bergembira sekali Bapak-Bapak berkenan meninggalkan informasi ilmu di sini. Menjadi catatan saya juga, ikut menyimak dan belajar.
      Semoga menjadi termasuk ilmu bermanfaat, amal jariyah yang tak ada putus-putusnya.

      Jazakumullah…

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 2 Desember 2011 | Balas

  7. okelah bapak puyuh jepang

    Komentar oleh alizon | 2 Desember 2011 | Balas

    • besok kita komen lagi mengingat hari sudah malam

      Komentar oleh alizon | 2 Desember 2011 | Balas

  8. Saya sependapat dengan bapak puyuh jepang, tapi untuk membentuk puyuh GPS tidak segitunya kaleee, karena telah dilakukan di Amerika, kita kalau mau membuat GPS yg murni cukup membutuhkan 4 generasi puyuh saja, satu generasi butuh waktu 6-7 bulan saja. caranya begini, kita ambil saja betina kuning (final stock) dikawinkan saja dengan jantan hitam (hasil dari parent stock atau jantan hitam dari final stock yg biasanya dibuang) hasilnya nanti 50% hitam dan 50% kuning, yg hitam itu biasanya 50% jantan , 50% betina. jadi kita kawin sampai 3 generasi lagi hitam dengan hitam, hasilnya biasanya 75% hitam, 25% kuning. lalu kita kawinkan lagi generasi tersebut hitam dengan hitam, hasilnya biasanya 87,5% hitam, 12.5% kuning, terus selanjutnya kita kawinkan lagi hitam dengan hitam, hasilnya kira2 93,5% hitam, 6.5% kuning, dan seterusnya. kalau anak kuning sudah betina semua, berarti puyuh hitam sudah murni, kita ambil betina hitam sebagai parent stock, kita tinggal mencari kuning jantan, kuning jantan mudah sekali mendapatkannya cukup kita kawinkan kuning dengan kuning, satu generasi saja sudah cukup mendapatkan pejantan kuning, oke selamat mencoba, wassalam

    Komentar oleh alizon | 3 Desember 2011 | Balas

  9. Kabar gembira buat peternak puyuh di MEDAN. Dengan hadir nya HRD farm kami menyediakan bibit puyuh unggulan untuk anda. Berhubung permintaan bibit kami sangat tinggi,di harapkan untuk 1-2 bulan sebelum anda ingin berternak,diharapkan memesannya terlebih dahulu,untuk mendapatkan jadwal waiting list anda. Bibit puyuh kami khusus untuk petelur {betina} umur bibit bisa di buat sesuai permintaan anda. Kami menyediakan umur 1hari s/d 30hari,dengan hrg yg sangat relatif murah. U/pemesanan HUB: 085297275050 (rudy). Atau ADD PIN  di 24B786B5 agar lebih mudah U/mendapatkan informasi lbh lanjut. Trims salam sejahtera. NB: kami tidak melayani sms.

    Komentar oleh rudy chan | 1 Februari 2012 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.