Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Pusaka atau Tahayul ? (tosan aji sebagai kanjeng kyai)

 Bukan hanya penggemar tosan aji (tosan aji = semua jenis buatan empu), bahkan yang awam tosan aji pun banyak yang mengenal nama-nama seperti Tombak Kanjeng Kyai Pleret, Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinthing, Keris Kanjeng Kyai Sengkelat, dll dll.

Cerita-cerita kehebatan dari tombak, keris, pedang, kudi, dll sangatlah luar biasa. Kesaktian, kewibawaan, daya tarik, bahkan mengatur alam pun bisa ! ! …. Ck ck ck ck elok tenan !!

Namun apakah memang demikian ???

 

Bagi yang mempercayai, akan menjawab ya memang demikian. Karena diyakini adanya makhluk gaib dengan segenap kemampuannya yang menjadi isi tosan aji itu. Sehingga yang memegang atau memilikinya akan dibantu sesuai dengan kemampuan si gaib itu.

Tetapi bagi yang tidak mempercayai, akan menilai itu semua hanya tahayul, sugesti, ilusi, atau halusinasi.

Kemudian bagaimana yang sebenarnya ??

Yang benar adalah kedua-duanya sama-sama benarnya di tempatnya masing-masing.

Yang mempercayai ada isinya dengan segala manfaatnya, ya karena memang telah menemui, berinteraksi, atau telah melihat apa yang telah dianggapnya. (Atau percaya dengan orang yang dianggap mampu menemui isi tosan aji itu)

Yang tidak mempercayai, tentu saja karena memang tidak ada apa-apanya, wong cuma besi yang ditempa.

Masih absurd ??? hehehe….

Disini cuma berusaha berdiri di tengah antara dua-duanya. Melihat sisi yang mempercayai dan melihat sisi yang tidak mempercayai. Jelas menjadi dua sisi yang bertolak belakang dan tidak bisa disatukan. Toh, juga tidak ada manfaatnya untuk disatukan.

Seperti halnya menemui kejadian-kejadian seputar tosan aji. Ada yang takut-takut memegang keris, bahkan nglolos atau melepas keris dari warongko aja takut. Tetapi ada juga yang kelihatan sembarangan dengan tosan aji, ditumpuk-tumpuk, diikat, atau malah terinjak-injak.

Semuanya merupakan dua sisi yang berbeda cara pandangnya terhadap tosan aji.

Akhirnya, bagaimana melestarikan dan menjaga si tosan aji, itulah yang penting.

Mau yang mengarak-arak keliling kota atau dengan laku khusus sebelum memandikannya, atau mau yang dengan sembarangan memperlakukan tosan aji, kedua-duanya sama-sama baik dalam pendapatnya masing-masing. Yang penting si tosan aji tetap terjaga kelestariannya, terjaga dari kemusnahan. Terutama terjaga dari kemusnahan budaya adiluhung bangsa.

Atas nama empu-empu terdahulu, tulisan ini mengucapkan terima kasih untuk kedua-duanya yang ikut melestarikan salah satu budaya adiluhung bangsa.

Terima kasih !

Matur nuwun !

 

[ditulis oleh: M. ‘Arief B.]

Iklan

16 Juli 2008 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

8 Komentar »

  1. Di setiap bilah keris, tombak atau tosan aji apapun selalu ada dua sisi penilaian. Sisi eksoterik, luarnya, terkait dengan dapur, pamor maupun besinya. Sisi yang lain adalah esoterik, dalamnya, terkait dengan yoni, khodam ataupun energi yang terkandung di dalamnya.

    Kedua sisi ini ibarat sekeping uang dengan dua sisi. Satu sisi saja tidak ada maka uang tersebut tidak laku dibelanjakan. Tabik… 🙂

    Komentar oleh Mahendra | 11 Januari 2009 | Balas

  2. […] https://ariefmas.wordpress.com/2008/07/16/pusaka-atau-tahayul-tosan-aji-sebagai-kanjeng-kyai/ Kategori Pilih Kategori Bambu Petuk Batu Keris Peta Biru Alam – Gambar Mistik Rantai Babi Uncategorized /* 0 ) { location.href = "http://dewaputususila.wordpress.com/?cat="+dropdown.options%5Bdropdown.selectedIndex%5D.value; } } dropdown.onchange = onCatChange; /* ]]> */   […]

    Ping balik oleh Pusaka atau Tahayul 2 « Dewa dan Niki | 2 November 2009 | Balas

  3. yang namanya warisan leluhur harus dijaga keberadaannya.. banyak orang yang orang yang tidak percaya tentang pusaka2 yang ada pada jaman sekarang, karena dapat dianggap musrik jika masih percaya dengan hal2 yang berbau ‘gaib’.. yang jelas dengan menghargai keberadaan pusaka2 yang masih ada pada jaman sekarang, maka kita secara tidak langsung menghormati para leluhur kita yang hidup pada masa lalu..

    saya termasuk yang sangat menghargai akan warisan leluhur yang diantaranya adalah pusaka2.. karena saya juga mempunyai berapa benda2 pusaka..

    Komentar oleh dimas | 28 Januari 2010 | Balas

  4. saya sependapat dgn dimas yg menghormati dan menghargai peninggalan warisan leluhur seperti barang2 pusaka masa lalu. sudah sememangnya setiap pusaka itu yang di wasiatkan buat anak cucunya akan suatu hari nanti pusaka itu akan pasti pulang ke keturunanya untuk di warisi.

    saya juga mempunyai sebilah keris luk 3 pamurnya seperti muka ada mata, hidung, mulut dan dagu dan jika di bulak balekan mukanya mirip sama. keris itu telah di lihat oleh seorang dukun yang melihat dan megatakan keris tersebut :

    1-datangnya dari bali.
    2-keris tersebut sunguh ampuh.
    3-dahulu keris tersebut di pakai oleh seorang permaisuri dari pemberian NKRPS dan di selitkan di belakang rambutnya (sanggul) pernah di gunakan untuk pertempuran, katanya dukun itu jika satu orang di bunuh sepuluh orang yang tewas di waktu itu juga.
    4-keris tersebut di wasiatkan oleh putri keturunanya selama beberapa abat lamanya dan ahirnya keris tersebut sampai juga ke tagan saya ahirnya kata dukun itu.
    5-keris tersebut katanya harus di keramatkan (di bungkus degan kain kuning dan harus di ikat degan rapi).
    6-keris tersebut sebenarnya telah di wasiatkan oleh lelehur buat saya dan katanya sebelom saya di lahirkan keris tersebut sudah ada dan nama saya juga telah di sebutkan pada waktu itu.
    7-jika keris tersebut mau di gunakan harus hanya untuk perlindugan diri dan perubatan dari ganguan alam2 gaip atau benda halus yang datang megangu bukan buat unt membunuh manusai.
    8-jika keris itu tidak mau di gunakan keris tersebut harus di buang di tegah laut yang jauh oleh manusia.

    ————————————————-
    Arief: siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya bangsa, terutama seni adiluhung tosan aji nusantara.
    terima kasih atas apresiasinya. dan semoga apa yang dimiliki bisa banyak memberi kemanfaatan.

    Komentar oleh Naga Sotro | 8 Maret 2010 | Balas

  5. […] PUSAKA ATAU TAHAYUL ? (TOSAN AJI SEBAGAI KANJENG KYAI) […]

    Ping balik oleh Wah… Apa Iya Keluarga Obama Percaya Mistik Keris ??? « Ariefmas's Weblog | 20 Maret 2010 | Balas

  6. alhamdulillah,atas berkatat rahmat allah
    kami siap membantu masaalah bagi saudara yg ada permasalahan hidup
    1)kena santet atau guna guna
    2)memisahkan pil atau wil
    3)seret rejeki karena ulah seseorang yg gak suka
    4)penarikan energi alam
    insyaallah kami siap membantu maslah saudara
    semoga bermanfaat
    silahkan konsultasi
    anwarmuhamad93@yahoo.co.id
    semoga bermanfaat
    amien

    Komentar oleh anwar | 5 Oktober 2010 | Balas

  7. keris atau akik yg memang barang yg disakralkan oleh orang jawa khususnya orang jawa yang kebatinannya kuat bisa bertanyak penghuni keris atau akik,
    waktu itu saya bertanyak pada orang yang memang bisa bicara penguhuni didalamnya dengan pertama2 mengucapkan:
    Asalamukalaikum mbah sampen sinten manusia atau jin
    Mbah Menjawab (aku iki manungso/Lelembut/Widodari/Jin )
    yg memang benar2 di dalam keris atau akik dan merupakan rumah bagi penghuni alam goib sesuai titha/tugas oleh kanjeng gusti ALLOH SWT=======Sang Empu menjalankan retualnya dan meminta ke Kanjeng Gusti ALLOH SWT untuk diberi kekuatan melalui keris maupun akik======Kanjeng Gusti ALLOH SWT meluluskan sang empu=====sang empun memasukan roh halus ( Manungso/Lelembut/Widodari/Jin)di dalamnya dg janji kepada roh halus tersebut tidak disalahgunakan

    TINGGAL MANUSIANYA MELIHAT DARI BAJUNYA ATAU NILAI GOIB NYA ITU AJA SILAKAN MENCOBA

    Komentar oleh RACHMAD | 1 Juni 2011 | Balas

  8. aji adalah barang logis aja…….masih dalam konteks syariat …..membuat konsep yang di simbolkan berupa benda adalah ilmu alam yg sudah di ketahui manusia sejak jaman purba…..jadi sama seperti mengisi program di eprom pada dunia digital….tuah adalah makhluk konsep…..atau makhluk yang di bentuk…..yang berbeda dimensi dengan jin……tapi memang sulit membedakan itu jin atau mahluk konsep yang di maksud empu…..hanya keris yang high end saja yang memang di jamin tinggi mutunya…..karena pesan yang di program dalam keris yang canggih dapat berkontribusi terhadap sejarah…..sedang keris yang low end adalah keris yang kebanyakan atau lebih istant pembuaatnya….jenis ini biasanya di custom oleh pribadi yang pikiranya pendek saja misal nya….ingin wibawa…cepat kaya…gak mempan bacok…pengasihan….atau jelasnya bukan untuk kemulyaan budi ……ini tentunya keris murahan…..cita cita mulya dari kelangsungan generasi bangsa membutuhkan pesan moral yang luhur. hanya empu yang arif dan bijak yang bisa membuat rumusan konsep keluhuran budi seperti ini….tegasnya gak semua empu sampai pada tingkat ini………..jadi keris low lebih rawan di huni oleh bangsa jin dari pada mahluk konsep moral….(ref buku secret)…….

    Komentar oleh Agung Laksono | 14 Juli 2013 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: