Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Tukang Pijat Kok Bisa Tersangkut Korupsi

Kita mengenal ada banyak macam “tukang”, ada tukang besi, tukang batu, tukang kayu, tukang cukur, dan tukang pijat. Nah, profesi yang terakhir ini “tukang pijat” ternyata demikian istimewa. Bukan sekedar tukang pijatnya Pak RT yang bisa dapat fasilitas lebih mudah memperoleh tambahan raskin, tapi ini tukang pijatnya Pak Presiden. So, pasti mijatnya di istana negara. Siapa lagi kalau bukan Soewondo.

Baca lagi berita-berita di awal millenium, sekitar tahun 2000, 2001, dan sekitarnya. Nama tukang pijat Soewondo demikian terkenal. Nama itu kemudian lekat dengan nama Sapuan, Haji Masnuh, Bulog gate, Brunei gate, hak angket, DPR, Sidang Istimewa MPR, dekrit presiden yang lumpuh, dan akhirnya….. jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan.

Sekarang ada lagi tukang pijat yang demikian fenomenal. Tidak seperti Soewondo, tukang pijat ini cantik sekali, secantik namanya Ong Yuliana. Nama Ong Yuliana mulai muncul setelah diputarnya rekaman penyadapan telepon heboh kasus cicak vs buaya dalam sidang Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu. Ong Yuliana sewaktu berbicara dengan Anggodo sempat menyebut -atau ada yang bilang mencatut- nama SBY dan RI-1. Penyebutan nama yang kemudian dianggap sebagai Presiden RI itu cukup membuat banyak orang bertanya-tanya. Namun perkembangan selanjutnya nama Ong Yuliana mulai surut dibicarakan dan diberitakan, bersamaan dengan tidak ditangkapnya Ong Yuliana dan Anggodo. Mereka bebas dengan segala macam dasar hukum acara yang sangat luwes.

Terfokus pada tukang pijat cantik Ong Yuliana, sudah jelas menyebut nama orang nomer satu dalam tatanan pemerintahan RI dalam pembicaraan telpon, tapi kenapa tidak ada pengusutan lebih lanjut. Terkesan dilupakan. Apabila dianggap sulit menangkap Ong Yuliana, mengapa? Sedangkan menangkap teroris yang nggak jelas juntrungannya aja bisa, kenapa nangkap tukang pijat malah sulit. Apakah dikuatirkan dengan menangkap atau mungkin menginterogasi Ong Yuliana akan membuka jalan dari kasus hukum yang berupa korupsi menjadi permasalahan gawat di ranah politik ?

Entahlah, namun dari semua rangkaian peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan cicak versus buaya, kasus bank century, bibit chandra, kriminalisasi KPK, Tim 8, mafia peradilan, makelar kasus, hak angket DPR… bla bla bla… Semua yang bisa disaksikan masyarakat hanya seperti peristiwa semu. Di belakang itu semua tentu ada perang yang lebih besar lagi (kalau boleh disebut perang), berupa peristiwa-peristiwa tidak terekspose yang sebenarnya malah menentukan hitam putihnya keadaan. Negosiasi-negosiasi hukum, lobi-lobi politik, atau mungkin tekanan-tekanan dan tawar menawar kepentingan. Mana kita tahu….
Termasuk kepentingan yang berkaitan dengan tukang pijat cantik Ong Yuliana… Hmmmmpf…. ada apa dengan dia?

Mudah-mudahan saja lincahnya tangan Ong Yuliana tidak bergulir menggerayangi kursi kepresidenan saat ini. Sebuah kursi yang berangkat dari semboyan LANJUTKAN…!!! LANJUTKAN apa saja, asal jangan LANJUTKAN KORUPSI… LANJUTKAN BOBROKNYA HUKUM…. LANJUTKAN BOBROKNYA POLITISI… LANJUTKAN KESEWENANG-WENANGAN PEJABAT…. LANJUTKAN MENGABAIKAN KEPENTINGAN RAKYAT….. Pokoknya jangan LANJUTKAN yang jelek-jelek gitu dah !!!

Mudah-mudahan juga peran tukang pijat yang sekarang tersangkut dalam konspirasi tingkat tinggi kasus korupsi ini akan bergulir menuju kebaikan. Kebaikan untuk rakyat, bangsa, dan negara,…. untuk kita semua. Tidak kemudian bergulir menjadi suksesi, yang bisa berarti kekacauan ekonomi dan kerusuhan negeri,

Berikut adalah beberapa berita dari media massa mengenai Ong Yuliana:

1.Misteri Ong Yuliana Gunawan Si Pencatut Nama SBY

2.Jika SBY Tidak Polisikan Anggodo, SBY Terlibat

3.Ditanya Dewan, Hendarman Sebut Ritonga Memang Suka Duren

4. Kilas balik Suwondo Tukang Pijat Gus Dur

19 November 2009 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Indonesia…aku mencintaimu…namun aku benci dgn yg memimpinmu…..
    Bpk Presiden…maaf…saya tidak pernah memilihmu…

    Arief: Ada ungkapan semangat cinta tanah di cerpenku ‘tragedi laskar jihad kyai selowatu’. Belum baca kan ?

    Komentar oleh erwinaziz | 19 November 2009 | Balas

  2. sebobrok dan sebusuk-busuknya borok yg sedang terkuak, hingga saat ini pasti masiiiih banyak *misteri dan rahasia RI1 dan cs-csnya yg tidak terbongkar… maaf Indonesiaku, mungkin kejujuran di dalam negeri adalah berarti MATI! tunggu keadilan muncul saat lahir kucing bertanduk…

    ———
    Arief: Kucing bertanduk ?

    Komentar oleh riry | 18 Januari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: