Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Model Kandang Burung Puyuh Petelur SERBA BAMBU

Salam sejahtera . .

Para pecinta puyuh dimanapun anda berada. Kali ini ada sedikit oleh-oleh setelah selang waktu tadi bertandang ke rumah teman. Ada lagi satu model kandang burung puyuh petelur yang saya merasa sreg di tempat teman peternak puyuh. Model kandang puyuh petelur yang Serba Bambu.

Kandang puyuh petelur serba bambu ini lumayan menarik hati. Sebenarnya saya kepengen juga memakainya, tapi sayang rumah induknya masih penuh. Ya sementara fotonya aja dulu yang saya bawa.

Desain kandang puyuh petelur yang serba bambu ini mengingatkan saya pada kandang ayam. Basic bikinnya sama. Tentu tukangnya spesialis menggarap apa saja berkaitan kandang unggas berbahan dasar bambu.

Biarpun saya memberi istilah serba bambu, namun kandang puyuh petelur ini tidak total 100% dari bambu. Rangkanya tetep dari kayu.
Dengan ukuran lebar 70cm, tinggi 200cm, dan panjangnya 120cm cukup untuk disebut cekli.

Mengikuti teori standar populasi dalam kandang yaitu [panjang x lebar] / 200, maka kandang serba bambu ini per-tingkat idealnya di-isi 42 ekor burung puyuh petelur. Okelah, berani aja pertingkatnya diisi 45 populasi.

Jadi kalo piara 1000 populasi puyuh petelur, membutuhkan 4 unit kandang. Per-kandangnya oleh tukang diharga Rp 250rb. Kalo beli 4 unit berarti total beli kandangnya membutuhkanRp 1jt. Masuk.

Wah, kalau memakai 4 unit kandang dan puyuh petelurnya masih utuh 1000 populasi berarti per-tingkatnya diisi 50 ekor ya ? Tidak apa apa, silahkan dicoba melanggar sedikit dari ukuran ideal tadi :)

Tentang keawetan, saya belum pernah coba. Mungkin kalo keawetan kandang berkaitan dengan kwalitas bambu ya ?

Yang jelas jarak antara lantai pijakan dengan tempat kotoran jatuh lumayan sempit. Berarti nimpalnya atau pembersihan kotorannya harus lebih sering. Maksimal 3 hari, agar tidak menumpuk terlalu tinggi.

Tempat minum dan pakan bisa dimodifikasi.

Untuk lebih jelasnya, silakan menilai lewat gambar-gambar di bawah ini :

 

 

 

Silahkan baca juga artikel2 terkait di ( artikel2 DUNIA PUYUH)

17 Juni 2011 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh, Puyuh Lama | , , , , , , , , , , , , ,

17 Komentar

  1. […] dengan gambar kandang puyuh petelur yang model bambu di postingan saya terdahulu => di sini https://ariefmas.wordpress.com/2011/06/17/model-kandang-burung-puyuh-petelur-serba-bambu/). Ukurannya mirip, hanya bahan saja yang berbeda, dan tentu untuk pemeliharaan kandang ke depannya […]

    Ping balik oleh Gambar Kandang Burung Puyuh Petelur yang Ideal [miniatur] ini dia . . . . . . | puyuhjaya | 6 Juli 2011

  2. wah… mau donk mas arif ilmu puyuhnya .

    Komentar oleh ANK | 7 Juli 2011

    • Boleh… Silahkan :)

      Komentar oleh 'Ariefmas | 7 Juli 2011

  3. mas kalo yang gambar di atas ada yg pake tempat pakan dari triplek itu per kandangnya diharga berapa kalo buat?

    Komentar oleh asmar | 14 Juli 2011

    • Kalo yg tempat pakan di samping, model kandangnya yg pake strimin yg biasa saya pakai, dg modifikasi tempat pakan ditaruh samping.

      Komentar oleh 'Ariefmas | 15 Juli 2011

  4. Blh juga tuh mdel kandangnya,tp dr beberapa foto yg aku liha ko gak ada tempt minumnya ya naruh nya dimana?

    Komentar oleh Budi | 28 Juli 2011

    • untuk yang kandang bambu seperti terlihat di foto, minumnya di pralon sebelahan dengan pralon tempat pakan mas

      Komentar oleh 'Ariefmas | 30 Juli 2011

  5. Mas saya masih awam, lihat kandangnya saya bisa mengerti tempat pakan dan minumnya saja. telurnya nanti berada di dalam kandang y Mas,? untuk kandang Yang versi miniatur punya kemiringan, yang ini datar. Fungsi kemiringan itu untuk Apa Mas??

    Komentar oleh Fajri Edwar | 4 November 2011

    • Terima kasih, Mas Fajri, atas kunjungan dan tanggapannya.

      Terus terang, sampai sekarang saya sendiri tidak / belum menggunakan model kandang bambu, maupun model yang seperti miniatur.
      Pertimbangannya antara lain adalah kandang lama saya masih bagus dan memperhitungkan juga faktor lokasi.

      Untuk kandang model bambu, seperti yang pernah saya lihat langsung dari ternak teman, keluarnya telur tetap sama. Terlihat memang seperti datar, tetapi pijakannya tetap miring. Jadi telur puyuh bisa ‘mengalir’ keluar melewati bawah pralon.
      Adapun sebenarnya tempat pakan dan minum bisa dimodifikasi sesuai selera.

      Kemudian pada kandang dengan model seperti miniatur pada blog puyuh jaya, kemiringan pada pijakan, juga dimaksudkan agar telur mengalir keluar. Jadi telur tidak di dalam kandang.
      Adapun yang rata adalah landasan untuk alas kotoran.

      Demikian yang saya paham. Semoga bermanfaat.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 4 November 2011

  6. saya mau tanya juga mas…bagus nya pembelian bibit itu yg umur berapa?
    kira2 berapa biaya yg harus saya keluarkan untuk kandang yg bisa menampung sekitar 2000 ekor…terima kasih…aan

    Komentar oleh aandrisakti | 1 Desember 2011

  7. minta ilmunya dikit y mas……saya baru mau nyoba ternak puyuh ni…..model kandang bagusnya ukuran berapa buat perekor……..dan berapa gram perhari pemberian makan perekor puyuh yang sudah siap telur..

    Komentar oleh anton | 7 Desember 2011

    • Silahkan, Mas Anton. Dengan senang hati.

      Mengenai ukuran kandang puyuh memang ada standarnya sendiri. Dalam satu kotaknya muat berapa ekor.
      Namun untuk yang saya pakai sekarang, ukuran 190x75x180 terbagi menjadi 5 tingkat satu unitnya, berani saya isi 500 ekor. Fine-fine saja kok, Mas. Padahal melebihi muatan standar.
      Silahkan http://puyuhjaya.wordpress.com/kandang-puyuh

      Untuk kebutuhan pakan puyuh, standarnya 22 gram per-ekor per-hari.
      Kalo jatah pakan ini, baiknya sesuai standar.
      http://puyuhjaya.wordpress.com/pakan-ternak-dan-permasalahan

      Sementara itu dulu. Bisa dilanjut lagi.
      Semoga sukses.

      Salam bahagia

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 7 Desember 2011

  8. Saya tertarik dgn artikel ini,saya ada rencana btrnak puyuh.seandainya saya ingin memesan kandang puyuh bambu ini,kira2 kmna saya harus mnghubungi?

    Komentar oleh Rian nugraha | 9 Desember 2011

    • Terima kasih apresiasinya, Mas Rian.
      Saya nemu kandang ini di daerah Bantul, Yogyakarta.
      Biasa bisa dipesan di tukang bikin kandang burung. Dulu harganya Rp 250rb per-unit.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 9 Desember 2011

  9. slmat mlm pak arief,,slam kenal maaf sebelumnya, saya peternak puyuh pemula,pengen tahu gmn sih cara membedakan puyuh yg sudah tidak produksi/ afkir, dgn puyuh yg masih produktif , trim,s

    Komentar oleh buk min | 13 Desember 2011

    • Selamat malam juga. Salam kenal dengan senang hati. Silahkan…

      Mengenai membedakan puyuh yang sudah tidak produktif dengan yang masih produktif.

      Kebetulan dulu saya pernah menyeleksi. Dengan patokan pada kloaka/lubang keluar telur sudah kering dan sekitarnya menghitam, untuk yang sudah tidak produktif.

      Sedangkan yang masih produktif, kloaka masih segar dan basah. Sekitarnya juga masih terlihat segar dan tidak mengerut.

      Biarpun begitu, dari puyuh yang saya pilih dan menurut saya tidak lagi produktif, ternyata masih keluar telur juga, walaupun prosentasenya kecil.
      Jadi untuk memastikan 100%, untuk saya masih belum bisa.

      Sama-sama saya juga masih belajar. Mari belajar bersama http://puyuhjaya.wordpress.com

      Salam hangat.
      Terima kasih telah berkunjung dan menuliskan komentar.

      Komentar oleh M. Arief B. | 13 Desember 2011


Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: