Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Kisah Sukses Plasma Peternak Puyuh Petelur Kemitraan PT Peksi Gunaraharja (seri-1)

Mau memposting tentang proses pembuatan kandang puyuh petelur, kok sampai sekarang belum sempet juga. Bukan saya yang belum sempet, tapi mengambil gambarnya tahap demi tahap alias tukangnya itu  yang belum sempet. Menunggu kesempatan itu datang, sementara ini kok kepengen memposting tentang kisah salah seorang plasma peternak puyuh petelur atau budidaya burung puyuh petelur kemitraan PT Peksi Gunaraharja yang saya anggap sukses.

Tokoh utama dalam posting kali ini langsung saja sebut namanya; Pak Wagiyo.

Kisah Pak Wagiyo beternak burung puyuh petelur saya awali sejak si-doi belum beternak, bahkan sejak si-doi sama sekali belum berminat.

 

Waktu itu Pak Wagiyo membantu saya memasangkan batako untuk pembangunan rumah induk yang baru. Di waktu si doi istirahat, kami biasa ngobrol2 ngalor ngidul membicarakan banyak hal. Hingga sampai juga ngobrol yang isinya ada unsur mengeluh. Perjalanan hidupnya berkeluarga sudah dialami sejak dari menjadi pemetik kelapa sawit di Sumatera hingga menjadi pemetik teh di Jawa barat.

Semenjak pulang ke desa,  si doi pokok bekerja proyek. Istilah “proyek” di desa saya berarti menjadi kuli bangunan. Dalam bekerja proyek, Pak Wagiyo ini termasuk tukang yang tidak pilih2 gaji. Yang penting dapat kerjaan.

 

Selama bekerja proyek alias menjadi pekerja bangunan, dalam waktu 6 hari kerja, per-hari kerja dimulai paling lambat jam 8 pagi sampai selesai paling cepat jam 4 sore diselingi 1 jam istirahat siang, Pak Wagiyo bisa membawa pulang uang hasil kerjanya dari kota paling banyak2nya Rp 150.000 per-minggu.  Berarti penghasilan total per-bulan bersih bisa sejumlah Rp 600.000 dengan catatan kalau pas ada kerjaan.

 ( 7 jam perhari  x  6 hari kerja, totalnya 42 jam kerja selama seminggu, jadi penghasilan bersihnya Rp 150.000 dibagi 42 =  Rp 3.572 per-jam ).

 

Kalau tidak ada kerjaan, Pak Wagiyo ya bertani.

Bertani di desa kami adalah pertanian dengan lahan gersang yang murni hanya mengandalkan tadah hujan. Alias  bisa bercocok tanamnya hanya musim hujan. Kalau sudah memasuki kemarau  mau gimana nanamnya……  sedangkan tanahnya gersang, kering, tandus. Karena itu tidak usah dibahas berapa penghasilan Pak Wagiyo dari bertani. Apalagi tanah garapannya sebatas buruh milik orang lain.

 

Itu semua mulai dirasakan berat oleh si doi. Apalagi umurnya mulai mengajak kondisi badan tidak seperkasa dulu lagi. Anaknya dua, yang paling besar waktu itu baru mulai masuk SMK, yang nomer dua masih kelas 4 SD.

Nah . . . . . . . . .

Biaya sekolah ! ! ! ! ! Biaya hidup sehari-hari ! ! ! ! ! Penghasilan  600.000 perbulan yang belum tentu ada ! ! ! ! !

Nah . . . . . . . .

 

Biaya sekolah tidak bisa dibilang murah. Walaupun untuk nanti jika anaknya PKL, pak Wagiyo sudah meng-gaduh sapi milik orang lain, yang pembagian hasil anak sapinya diperkirakan bisa untuk biaya PKL. Tapi . . . Apakah berangkat sekolah tidak perlu bekal ? Kasihan anaknya nanti di sekolah bagaimana kalau tidak diberi uang saku ? Kalau anaknya rendah diri ya bisa minder, tapi kalau anaknya “terlalu” ya malah bisa malak temennya. Jadi uang saku juga menjadi anggaran pengeluaran pak Wagiyo yang penghasilannya Rp 600.000 perbulan tidak tetap.

Nah . . . . . . . . . .

 

Singkat cerita, Pak Wagiyo berminat beternak budidaya puyuh petelur;  untuk menjadi plasma kemitraan PT Peksi Gunaraharja, minimalnya memiara 1000 ekor populasi puyuh petelur.

“Modalnya bagaimana ???” Tanya Pak Wagiyo dengan cemas.

“Ada uang lima juta rupiah (Rp 5.000.000) ???”

“Tidaaak !!!” Jawab pak Wagiyo dengan keras.

“Empat juta ???”

“Tidaaak !!!” Jawabnya lagi lebih keras.

Okelah kalau begitu.

 

 

Singkat cerita, Pak Wagiyo menjual kayu jatinya yang hanya beberapa dan ukurannya OD pun belum. Ditambah pinjaman dari kakak istrinya. Ditambah jual kalung satu-satunya milik sang istri. Terkumpul Rp 2.500.000 passsss. Apakah dengan uang segitu sudah cukup untuk modal piara 1000 populasi ???

Kita lihat saja nanti . . . . . . .

 

Kalau sudah memiara 1000 puyuh petelur, Pak Wagiyo akan mendapatkan penghasilan Rp 19.500 per-jam dihitung dari rata-rata waktu belum berproduksi sampai akhir masa produksi. Bandingkan kalau si doi kerja bangunan yang penghasilannya Rp 3.572 per-jam. Banyak mana penghasilannya ???

Sambil piara puyuh dengan penghasilan Rp 19.500 per-jam pak Wagiyo masih banyak punya waktu untuk mencari rumput, kegiatan bertetangga, tidak pergi jauh dari rumah, lebih banyak waktu dekat dengan istrinya, dengan anak2nya, dengan rumahnya …..

Sudah berkurang satu pekerja bangunan di kota

 

 

…………………………………………………….

…………………………………………………….

……………. One year later …………….. !!!

Walaupun yang 1000 sudah menjelang apkir, tapi masih menghasilkan juga. Dan selama piara 1000 itu, Pak Wagiyo sudah bisa dengan entengnya memberi uang saku untuk anak2nya sekolah tiap hari. Tabungannya juga cukup untuk selanjutnya membayari 2000 DOQ dan pakan BR (yang pakan LAYER selama produksi telurnya belum memberi sisa; dari pihak PT Peksi Gunaraharja memberi kelonggaran untuk meng-hutang alias memberi modal tanpa bunga, yang nanti bisa dibayar lewat perhitungan hasil telurnya).

Sekarang Pak Wagiyo terhitung sudah punya 3000 populasi J

 

“ Terima Kasih PT Peksi ….!!!!!  “  

Bagi saya, kesuksesan adalah peningkatan. Peningkatan penghasilan, peningkatan taraf hidup, peningkatan perhitungan, dan peningkatan keimanan.

Salam sukses selalu untuk PT Peksi Gunaraharja dan seluruh pelaku usaha agribisnis di Indonesia tercinta.

16 Juni 2011 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh, Puyuh Lama | , , , , , , ,

9 Komentar »

  1. Apakah sekarang PT. Peksi masih membuka kesempatan kerjasama? Saya ingin mempelajari dan membuka usaha ternak puyuh, mohon bimbingannya.

    Komentar oleh setya | 16 Juni 2011 | Balas

    • Sepemahaman saya, PT Peksi masih membuka lebar pintu kemitraan. Namun wilayah jangkauan kemitraannya masih terbatas, mas. Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi atau datang langsung ke kantornya PT Peksi Gunaraharja. Alamat lengkapnya ada di: Alamat Lengkap PT Peksi Gunaraharja
      Smoga bermanfaat.

      Komentar oleh 'Ariefmas | 16 Juni 2011 | Balas

  2. saya tertarik dg bisnis puyuh..
    Dan modal saya sama ma bpak yg d atas.2500.lokasi d karanganyar.g ada cp ny ya?

    Komentar oleh didik | 6 Maret 2013 | Balas

  3. saya tertarik dg bisnis puyuh..
    Dan modal saya sama ma bpak yg d atas.2500.lokasi d karanganyar.g ada cp ny ya?
    ##085728148515

    Komentar oleh didik | 6 Maret 2013 | Balas

  4. wahh siiippp

    Komentar oleh Dharma Anto | 2 November 2013 | Balas

  5. almt lngkp mna

    Komentar oleh Dharma Anto | 2 November 2013 | Balas

  6. cari bibit dmnaaa

    Komentar oleh Dharma Anto | 2 November 2013 | Balas

  7. Untuk wilayah blitar apa bisa..bls dong..

    Komentar oleh Anonim | 3 September 2016 | Balas

  8. Untuk wilayah blitar apa bisa..bls dong..

    Komentar oleh lestari.studio.blitar@gmail.com | 3 September 2016 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: