Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Menikah Membuat Pria Lebih sehat

(gambar pinjam dari: suaranews)

Menikah, berarti memasuki gerbang pernikahan. Secara universal, pernikahan merupakan hal yang sakral. Tentu bukan sekedar karena berkaitan dengan hawa nafsu dasar manusia, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan ruhi manusia itu sendiri. Kenyataannya, hampir seluruh agama menempatkan pernikahan pada posisi yang istimewa.

Pernikahan bukanlah hal yang main-main. Kalau dalam Islam, gerbang pernikahan sangatlah luar biasa akibat hukumnya. Detik-detik akad nikah, menjadi momentum yang bisa merubah hukum yang awalnya haram menjadi halal, bahkan wajib. Selanjutnya menjadi rentetan sejarah hidup mulai dari nasab, waris, hubungan sanak keluarga, dan secara global bahkan seluruh manusia di muka bumi ini sering disebut dengan anak Adam, semuanya akibat dari perikahan.

Kenapa pernikahan menjadi demikian pentingnya. Mengikuti perintah Tuhan ( Tuhan agama mana saja ), saya kira semua diwajibkan. Perintah Tuhan, pasti akan membawa kebaikan pada setiap yang melaksanakannya, menunaikannya, menjalankannya.
Salah satu dari kebaikan itu terdapat pada artikel yang berikut ini :

Suaranews– Pria yang ditinggal cerai atau mati pasangannya bakal cenderung semakin sehat ketika dia menikah kembali.

Temuan oleh Harvard University ini didasarkan pada riset yang mempelajari efek pemutusan perkawinan pada laki-laki, baik dengan kematian sang istri maupun perceraian.

Studi ini diikuti lebih dari 40.000 pria berumur antara 40 hingga 75 serta dilaksanakan semenjak tahun 1986 hingga 1994.

Pengamat memperhatikan keadaan tiap peserta tiap empat tahun sekali menurut status perkawinan, diet, olahraga dan kesehatan secara keseluruhan.

Hasilnya ditemukan kalau pria yang ditinggal istrinya akibat meninggal atau perceraian mengonsumsi alkohol lebih banyak dan mengurangi asupan sayuran dalam makanan.

Kondisi ini berkebalikan dengan perempuan. Perempuan cenderung meningkatkan asupan sayur mereka dan mengurangi jumlah alkohol ketika sudah bercerai.

Di sisi lain, pernikahan juga bukan sepenuhnya kabar baik untuk kaum pria. Peneliti mengatakan bahwa priayang menikah lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan dan berkurangnya waktu untuk berolahraga.

Tetapi secara keseluruhan, para peneliti percaya menikah tetap memberikan manfaat besar untuk kesehatan pria. Hanya saja, dokter dan ahli kesehatan lainnya harus mengambil alih tugas edukasi untuk para pria agar tidak mengubah pola diet yang sudah dijalankan atau perilaku kesehatan lainnya meski sudah menikah. (sumber: suaranews))

4 Juli 2011 - Posted by | Unduh dari media online | , , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: