Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

[cerita mini] Kupu-Kupu Merah

[cermin cerita mini] Kupu-Kupu Merah

– – – – – – – – – – – –

“Aku hanya khawatir ucapanmu itu benar, Mas.” Sambil beringsut menjauh. Melepas kata-kata seperti menggumam, disela isak tangis yang mulai mereda. Matanya masih sembab, namun tak mengurangi keindahan dengan lentik alaminya. Sungguh, aku suka.

Aku hanya terdiam. Mencoba merangkai kata-kata apa yang pantas untuk menenangkannya. Namun tak juga nemu. Debur gelora rasa di dada menahan semua pikiran. Mengapa semua ini terjadi.

“Kenapa diam?” Seperti runcing jeruji menusuk hati. Pertanyaannya sederhana, namun bikin aku semakin bergeletar. Entah harus mengungkap apa.
Kuhela napas dalam-dalam. Kuharap dia tahu begitu sesaknya rasa dadaku.

Ingin memeluknya. Seperti biasa tiap bertemu. Kehangatannya, terasa nyaman seperti peraduan yang melenakan. Namun kali ini seperti ada dinding beton yang membatasi. Aku menahan diri.

“Aku takut jika sampai terjadi”. Tubuhnya yang semampai beranjak. Mendekati mulut jendela. Lagi-laki kalimat pendek meluncur dari ranum bibirnya. Ribuan kali atau bahkan jutaan kali, tak puas-puasnya membuatku serasa terbang ke awang-awang. Mungkinkah masih bisa kumiliki..

Sebenarnya akupun sedih dan kecewa. Pilihan yang sulit. Di depan persimpangan, aku harus kemana. Apakah dua-duanya aku jalani. Hm… Sedangkan kaki ini hanya bisa melangkah satu arah. Ketegasan, tanggung jawab, dan kesetiaan, telah saling membentur. Seperti daun kering, mana kali pertama yang runtuh diterpa angin.
Mulutku masih gagu, menjawab semua itu.

“Apakah Mas tega, setelah kupasrahkan seluruhnya bahkan hidupku?”
Sambil membenahi pakaiannya yang kusut. Sejenak menyisir rambutnya yang indah. Bros kupu-kupu merah berhias tali keemasan, disematkan di bajunya. Tas kecil itu disandang di bahunya.

Tanpa menengok, sambil berlalu pergi meninggalkanku yang masih diam membisu, berkata datar seolah tanpa ada gejolak hati apapun: “Tidak mengapa aku jadi istri keduamu, Mas. Kutunggu keputusanmu”.

– – – – – – – – – –
Cerita mini saya publish juga di fiksiana kompasiana

Iklan

1 Desember 2011 - Posted by | Uncategorized | ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: