Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Menanam Pohon Jati ??? Sudah Tradisi….!!!!

Bagi masyarakat pedesaan dengan kondisi tanah pertanian yang kurang menguntungkan yaitu lahan kritis yang tidak begitu berteman, menanam pohon Jati sudah seperti menjadi kewajiban. Dengan sistem penanaman tradisional dan perawatan yang relatif tidak memerlukan pemeliharaan intens, terbukti tetap tangguh menopang ekonomi rumah tangga di pedesaan.
Tentu bukan untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari, tetapi untuk kebutuhan ekonomi jangka panjang. Misalnya, untuk kebutuhan membiayai sekolah, beli sepeda motor, sampai biaya pernikahan. Bahkan di saat-saat darurat seperti halnya sakit yang membutuhkan biaya besar, pohon jati menjadi andalan cadangan pembiayaan yang cukup menjanjikan.

Bahkan rata-rata dalam sistem ekonomi rumah tangga desa, menanam pohon jati sudah diprogram sejak awal. Kira-kira kapan punya anak, berapa tahun lagi anak sekolah, juga sudah dirancang kapan anak mau nikah. Semuanya itu sudah sudah dipersiapkan kapan menanam pohon jati dan kapan waktu memanennya.
Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari sudah ditopang dengan profesi yang bervariasi, mulai dari petani, pedagang, bahkan juga pegawai negeri. Apapun profesi yang digeluti, menanam pohon jati memang sudah menjadi tradisi.

Walaupun dimungkinkan pada awalnya karena adanya unsur keterpaksaan. Dimana lahan kritis yang kejam dan tandus sama sekali tidak menjanjikan untuk penghasilan hidup layak dan berkecukupan. Lahan kering dan berbatu-batu hanya bisa ditanami sekedar mengesahkan diri kalau masih menjadi petani. Mengandalkan pertanian semusim dan tadah hujan, masa depan anak dan persiapan kebutuhan jangka panjang boleh jadi dianggap mengkhawatirkan. Jangankan untuk sekolah, untuk makan sehari-hari saja susah. Karena itu menanam pohon jati otomatis menjadi keharusan.

Salah satu kelebihan pohon Jati disamping tahan kering dan mampu memupuk sendiri, untuk selanjutnya setelah penebangan, pohon Jati tidak perlu ditanam lagi. Tapi dari bekas tebangannya, pohon Jati akan bersemi dan tumbuh sendiri. bahkan pertumbuhannya lebih bagus karena lurus dan jarang percabangan. Sehingga alternatif penanaman pohon lain kurang mendapat perhatian, selain harganya yang lebih rendah dari pohon Jati, juga karena tidak bisa tumbuh lagi. Untuk pohon jati ini, tidak perlu nanti repot-repot menanam kembali.

Kemampuan adaptasi pohon Jati terhadap kerasnya alam dan lingkungan mungkin yang mengilhami orang-orang di tanah kering ini untuk tetap tegar dalam berbagai kondisi. Barangkali.

Iklan

3 Maret 2010 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. pokoknya go green indonesia 😀

    ——————-
    Arief: Makasih banget semangatnya, jadi tambah mantep nanem pohon jati 🙂 🙂

    Komentar oleh mikha_v | 5 Maret 2010 | Balas

  2. AYO KITA GALANG PENANAMAN JATI AGAR INDONESIA TETAP HIJAU DIMATA DUNIA

    Komentar oleh SAIFUL | 1 Juli 2010 | Balas

  3. […] Menanam Pohon Jati ??? Sudah Tradisi….!!!! (via Ariefmas’s Weblog) Posted on November 20, 2010 by aguswiwitperhutani Bagi masyarakat pedesaan dengan kondisi tanah pertanian yang kurang menguntungkan yaitu lahan kritis yang tidak begitu berteman, menanam pohon Jati sudah seperti menjadi kewajiban. Dengan sistem penanaman tradisional dan perawatan yang relatif tidak memerlukan pemeliharaan intens, terbukti tetap tangguh menopang ekonomi rumah tangga di pedesaan. Tentu bukan untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari, tetapi untuk kebutuhan ekonomi jangka panjang. Misaln … Read More […]

    Ping balik oleh Menanam Pohon Jati ??? Sudah Tradisi….!!!! (via Ariefmas’s Weblog) | Aguswiwitperhutani's Blog | 20 November 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: