Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Kasus Bank Century sampai Abu Rizal Bakri kemudian Miranda Gultom serta Robert Tantular hingga Mafia Berkeley

“…air mengalir sampai jauh.. akhirnya ke laut….” Sepenggal syair lagu Bengawan Solo karya Eyang Gesang menjadi prolog postingan ini.
Seperti halnya permasalahan Bank Century juga mengalir kemana-mana sampai jauh.. tapi diharap tidak sampai ke laut alias tidak hilang raib tak berujung.
Tapi kalau seandainya ke laut alias hilang tanpa kabar terus mau apa???


Postingan ini merupakan lanjutan dari beberapa postingan terdahulu seputar salah satu kemelut bangsa yang seperti tidak habis-habisnya terpusat pada satu permasalahan : Bank Century.
Postingan yang termasuk tulisan sendiri bukan total copas, namun diusahakan tetap menjaga asal-asalan, maksudnya tetap asal ada sumbernya. Bukan sekedar menghindari tanggung jawab penulisan, tapi juga penghargaan atas sumber-sumber terkait.

Belum lama mengikuti berita mengenai Bank Century, masih segar dalam ingatan tanpa perlu membuka koran lagi bertitik tolak mulai dari pembentukan Pansus Hak Angket Bank Century.
Setelah itu muncul ribut-ribut isu siapa-siapa yang telah menerima aliran dana bail out Bank Century. Otomatis semua yang disebut dalam isu itu kemudian mengelak, membantah dan mengajukan laporan ke kepolisian (negara hukum to….!).

Pemberitaan berhenti di berita pengajuan laporan fitnah itu ke kepolisian, sampai postingan ini diturunkan belum kelihatan lagi bagaimana kelanjutan laporan itu, apakah sudah membuat BAP atau upaya damai seperti halnya kasus Prita versus RS Omni atau bagaimana belum ada kabar lagi mengenai pelaporan-pelaporan tersebut. atau belum baca beritanya saja ya… (tetap kutunggu kabarmu, dik…..).

Setelah hujan agak reda…. Eh, maksudnya setelah pemberitaan isu penerima aliran dana Bank Century agak reda, muncul lagi pemberitaan baru yang rada-rada menghebohkan; isu email usil resume pertemuan rahasia tokoh-tokoh nasional di hotel darmawangsa yang berembug bla bla bla……. termasuk rencana aksi damai di hari korupsi sedunia 9 Desember beberapa hari yang lalu.
Akhirnya aksi damai terbukti damai, kecuali sedikit kerusuhan di Makasar dan beberapa kota lain yang termasuk kerusuhan kecil.
Tidak mempengaruhi apa-apa. Beritanya juga kemudian seperti dilupakan.

Sempat diselipi berita mengenai peringatan Hari Hak Asasi Manusia, namun lagi-lagi ini termasuk berita yang ratingnya tidak terlalu tinggi. Karena memang tidak ada apa-apanya, yang bisa diartikan masyarakat Indonesia sudah terjamin hak-hak asasinya, termasuk hak untuk tidur nyaman.
Tenang lagi tidak ada apa-apa.

Dilanjutkan pemberitaan yang tidak ada kaitannya dengan Bank Century yaitu pemberitaan mengenai dicabutnya gugatan perdata RS Omni terhadap Prita, pencabutan gugatan yang termasuk terlambat itu bisa jadi karena males ngitung duit receh yang bertumpuk-tumpuk atau karena males dianggap sebagai Rumah Sakit yang sensitif gampang tersinggung kalau ada keluhan pasien di email surat pembaca media elektronik yang dibaca umum sebagai pencemaran nama baik. Entahlah apa pertimbangan dicabutnya gugatan itu.
Yang jelas berita ini letak rating tingginya hanya pada pengumpulan koin keadilan yang terus terkumpul dari mana-mana.. (Rating tingginya diukur dari sering tidaknya diberitakan).

Sudah…….!!!??
Eh… ternyata belum, mata ini masih belum diperkenankan istirahat memelototi berita-berita aktual kejadian di negeri ini. Kembali ke seputar permasalahan Bank Century….. Ini dia….

Selain dana yang diisukan mengalir kemana-mana, kali ini permasalahannya juga mengalir kemana-mana.
Salah satu yang ikut dialiri masalah ialah pengusaha besar yang ‘lembaga’nya sudah berbaik hati memberi bantuan kaki palsu untuk Tegar Putra Mandiri, tidak lain tidak bukan ialah pengusaha sekaligus ketua Partai Golkar Abu Rizal Bakri yang akrab disapa Ical.

Kepada koran Asian Wall Street Journal, Sri Mulyani yang akrab disapa Ani mengungkapkan unek-uneknya bahwa Pansus Angket Century yang sedang membidik dirinya dalam soal bailout bank milik Robert Tantular itu bermuatan dendam Abu Rizal Bakri terhadapnya. (MEDIAINDONESIA)
Babak ini sebut saja Ani versus Ical.
Ada apakah ?

Hal lain yang disampaikan Sri Mulyani di koran berbahasa Inggris itu adalah tudingannya bahwa Partai Golkar dan elit di partai itu berada di balik rencana menjatuhkannya. Menurut Sri Mulyani, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak suka pada dirinya, dan ia tidak berharap siapapun di Golkar akan bersikap baik pada dirinya.

“Aburizal Bakrie Not Happy With Me,” seperti dikutip dari Harian Wall Street Journal, Kamis (10/12/2009).
Diketahui sebelumnya kedua tokoh itu sempat bersitegang terkait keputusan Sri Mulyani yang menutup perdagangan saham milik keluarga Bakrie, Bumi Resource, yang anjlok. Konon dari hasil keputusan itu, Aburizal Bakrie menjadi rugi 4.5 millyard US dollar.(KLIKP21)

Lebih jelasnya:
Ical, mantan Menko Kesra yang kini menjadi Ketua Umum Partai Golkar, menurut Ani jengkel ketika Ani sebagai Menteri Keuangan pada akhir 2008 tidak menghentikan perdagangan saham di bursa sewaktu saham-saham, terutama saham Bumi milik Ical, merosot tajam.

Ical juga, masih menurut Ani, dendam karena Menkeu waktu itu meminta sejumlah eksekutif kelompok Bakrie dicekal karena menunggak royalti batu bara triliunan rupiah. Itulah sebabnya Ani merasa Ical menggunakan Golkar untuk menghajarnya.

Karena sang ketua partai menyimpan dendam, Ani pun merasa tidak akan diperlakukan fair oleh Golkar dalam pansus. Sebuah kekhawatiran yang wajar-wajar saja. Karena sudah dibuka ke hadapan publik, Ical yang selama ini selalu membantah sedang bertikai dengan Sri Mulyani balas menyerang. Dia secara terbuka meminta Ani mengundurkan diri selama pansus bekerja. “Kalau pemerintahan kotor, perlu kita ganti,” kata Ical.(MEDIA INDONESIA)

Sampai postingan ini diturunkan, masih belum ada kejelasan berita bagaimana kelanjutan babak baru Ani versus Ical, eh….. sudah ada lagi berita baru yang menghebohkan..

Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century menemukan rekaman pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan pemegang saham Bank Century Robert Tantular.
“Kami menemukan fakta ada pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan Robert Tantular dalam rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) tanggal 21 November 2008,” kata anggota Pansus Bambang Susatyo dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12).
Bambang menjelaskan isi pembicaraan itu Sri Mulyani menyatakan akan mengadakan rapat tertutup untuk memutus nasib Bank Century.
Berikut petikan isi rekaman pembicaraan yang ditirukan Bambang:
Sri: Robert kita akan rapat tertutup ya Robert.
Robert: Ya sudah OK. Tidak apa-apa rapat tertutup. Yang penting kan ada kesimpulan mengakhiri pasalnya keadaan krisis sekarang. (harian SIB)

Lebih lanjut juga diberitakan bahwa Rekaman pembicaraan itu disampaikan ke Pansus Hak Angket oleh anggota Pansus Fraksi Golkar masih berbentuk transksip. (TEMPOINTERAKTIF)
“Kesimpulan sementara Robert Tantular berbicara langsung pada Sri Mulyani yang mengatakan kalau kesimpulannya kepada kondisi ekonomi kita sekarang. Itulah mengapa kita tahu alasan bailoutnya sistemik,” demikian disampaikan oleh anggota Pansus Hak Angket Bank Century Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/12).
Bambang menyebutkan, dari hasil rekaman rapat KSSK tanggal 21 November 2008 tersebut, Robert Tantular adalah dalang dari bailout BC. (PRIMAIRONLINE)

Seperti biasanya tentu hal-hal itu dibantah.
Pejabat Departemen Keuangan membantah bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah berhubungan dengan Robert Tantular seperti yang dikatakan oleh anggota Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Bukan sekedar membantah, tetapi juga akan menuntut. Merasa Difitnah, Depkeu Akan Tuntut Bambang Soesatyo.

Tentu karena merasa benar dan barangkali saja dasarnya kuat, Bambang Soesatyo Persilakan Depkeu Tuntut Dirinya.

Bukan sekedar mempersilakan untuk dituntut, dari pihak Partai Golkar pun menganggap rekaman pembicaraan itu merupakan kartu as.
Kami memang menemukan titik terang. Beberapa pejabat yang berwenang terlibat. Tetapi akan kita cek pada saat dalam Panitia Angket. Rekaman itu adalah kartu As yang akan jadi kekuatan Golkar,” kata Wakil Ketua DPR dari FPG, Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12).
Dikatakan dia, Golkar juga membentuk Tim khusus untuk mengusut skandal Bank Century. “Kebetulan, saya selaku penasihatnya. Itu hanya beberapa temuan saja,” ujar dia.
Menurut dia, masih banyak temuan lain yang akan dimunculkan satu per satu sebagai kartu-kartu Golkar. (HARIANSIB)

Bahkan rekaman pembicaraan yang menghebohkan itu seperti layaknya rekaman Anggodo akan di buka oleh Pansus Hak Angket Century.
Nanti kalau dikehendaki, kita akan buka rekaman pembicaraan Sri Mulyani dengan Robert Tantular. Kalau MK bisa membuka (rekaman KPK) masa kita tidak boleh membuka,” kata Ketua Pansus Angket Century Idrus Marham, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Demikianlah comotan singkat berita sana-sini mengenai kabar seputar permasalahan Bank Century, yang diakhiri dengan berita pengungkapan rekaman pembicaraan yang bahkan KPK pun tidak mengetahui;
Isi rekaman percakapan Menkeu Sri Mulyani dan pemilik Bank Century Robert Tantular disebut bisa membuktikan keterlibatan Sri Mulyani dalam penggelontoran Rp6,7 miliar bailout Century. Di mana rekaman itu, KPK mengaku tidak mengetahui. (OKEZONE)

Hehehe… bisa jadi pengungkapan rekaman pembicaraan yang dianggap pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular merupakan counter balik dari pengungkapan unek-unek Sri Mulyani di Asian Wall Street Jurnal seperti telah disinggung di atas.
Bisa jadi toh…

Nah, biarkan Ical versus Ani mengalir entah sampai mana.. pengungkapan unek-unek Ani, dibalas dari kubu Ical (Fraksi Golkar di Pansus Hak Angket) dengan pengungkapan rekaman pembicaraan yang katanya antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular.
Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya apakah akan berupa saling serangan balik, atau mempertahankan ungkapannya masing-masing.

Yang jelas, selama mengikuti pemberitaan-pemberitaan itu, ada satu nama yang perlu juga mendapat perhatian, yaitu : Miranda Gultom.
Ada kaitan apakah Miranda Gultom dengan permasalahan Bank Century ?
Simak sedikit beberapa berita berikut…….

Bambang mengaku kalau dirinya memegang rekaman itu. Bahkan ada juga pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Miranda Gultom.
Sampai sekarang masih ditranskrip. Kalau diperbolehkan akan dibuka dalam rapat Pansus. Rekaman ini bukan rekaman sembunyi-sembunyi,” jelasnya.
Hingga kini rekaman itu belum dibuka. Bambang meminta agar Miranda, Robert, dan Sri Mulyani dihadirkan dalam rapat Pansus.
“Miranda sepertinya memegang peranan penting dalam rapat KSSK penentuan bailout Century,” imbuhnya. (HARIAN SIB)

Keterlibatan mantan Deputi Bank Indonesia Miranda Gultom tidak banyak terangkum di dalam hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan. Padahal, dalam dokumen transkrip percakapan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada bulan November 2008 yang dimiliki anggota Panitia Khusus Century Bambang Soesatyo, terlihat bahwa Miranda ada dalam percakapan tersebut. (TEMPOINTERAKTIF)

Itu bukan rekaman penyadapan. Seluruh anggota KSSK pun tahu. Miranda ikut dalam pengambilan keputusan bail-out Century,” kata Bambang. (KLIKP21)
Tetapi, dalam laporan BPK, keterlibatan Miranda tidak digali dengan baik. Maka itu pansus berencana memanggil BPK untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan Deputi BI. (RAKYAT MERDEKA)

Hihi, Miranda Gultom oh…. Apa lagi ini.

Tapi sebelum beranjak berselancar menjaring info mengenai Miranda Gultom, dapat terlihat jelas bahwa semua permasalahan bank Century tetap ada kaitan pokok dengan Bank Indonesia.
Mengenai ini ada artikel menarik yang membicarakan mengenai Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia, termasuk juga Deputi-deputinya, serta permasalahan-permasalahan di dalamnya,
berikut cuplikan artikel yang sempat terjaring:

“………….Oleh sebab itu, meskipun secara formal independensi Bank Sentral sudah dijamin dalam UU No. 23 Tahun 1999 mengenai BI, namun gubernurnya dipilih oleh kepala pemerintahan (yang mungkin) berdasarkan hubungan nepotisme (kekerabatan) dan emosional tertentu.

Ujung-ujungnya jelas, pejabat bank sentral yang berkompetensi di bidangnya sekali pun, tak bisa berbuat banyak ketika kepala pemerintahan secara langsung atau tak langsung melakukan intervensi secara langsung maupun tidak langsung. Intervensi secara langsung adalah kemungkinan BI dipakai sebagai sumber fund raising untuk kepetingan partai dari si Presiden. BI dijadikan “sapi perah” untuk menyetorkan besaran dana tertentu untuk keperluan kampanye.”
…………………….

Cuplik lagi yang ini :
…………………….
Pasal 41 UU BI sendiri, masih sangat lemah dimana gubernur dan deputi gubernur senior BI diusulkan dan diangkat oleh presiden dengan persetujuan DPR.
Di sini terlihat jelas kemungkinan terjadinya intervensi dan nepotisme di dalam pemilihan petinggi BI, sangat besar terjadi. Itu artinya, meskipun UU BI yang baru sudah dianggap bisa membuat BI independen, namun apabila pasal itu tetap ada, maka kemungkinan terjadinya nepotisme dan intervensi kekuasaan, masih bisa terjadi. (Drs Susidarto, praktisi perbankan di Jakarta)

……………………. (SUARA MERDEKA)

Sudah-sudah…. Tidak ada pembahasan lebih lanjut lagi mengenai ini, lebih lengkapnya browsing sendiri aja ya….
Kembali ke Miranda Gultom….

Sementara cukup dulu muter-muter di kamar google, coba cari tahu yang ingin sekedar diketahui di lingkungan sodara-sodara, bapak-bapak, mas-mas, mbak-mbak trah bani al-wordpressi…..

Walah.. pencarian dengan satu kata kunci, ternyata postingan-postingan di trah bani al-wordpressi tidak banyak menemukan pembahasan yang berkaitan dengan kata kunci yang kuketik, hanya nemu 88 results. Itupun sebagian besar membicarakan yang kaitannya dengan Agus Tjondro. Itu saja. Sedikit banget. Apa kurang menarik ya….
Tidak apa-apalah kurang menarik. Namun diantara 88 results itu ada beberapa yang mungkin perlu juga diserobot dan copas di sini:

1………………
Belakangan ini hingar bingar nama pejabat yang sedang “naik daun” sebut saja Anwar Nasution, Aulia Pohan, Rusli Simanjunta, Oey Hoey Tiong, Burhanuddin Abdullah, Agus Condro, Hamka Yandhu, dan… sederet nama lain yang nampaknya akan segera bermunculan. Nama baru yang akan segera muncul di panggung tersebut sepertinya, Miranda Gultom.

Nama-nama tersebut terkait dengan aliran dana Bank Indonesia, mungkin dapat diringkas dengan satu kata; KORUPSI.
……………….. (KANGTUTUR)

2. …………………….
Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Mereka mempunyai atau menciptakan keturunan-keturunan. Para pendirinya memang sudah sepuh, yaitu Prof Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. Sadli, J.B. Soemarlin, Adrianus Mooy, dan masih sangat banyak lagi. Yang sekarang dominan adalah S………….
…………………………….
Yang “kecolongan” tidak masuk ke dalam kabinet adalah ketika Gus Dur menjadi presiden. Namun, begitu mereka mengetahui, mereka tidak terima. Mereka mendesak supaya Gus Dur membentuk Dewan Ekonomi Nasional.
…………………………………
Yang mengejutkan adalah Presiden Megawati yang mengangkat B……….
……….Toh tidak dapat menolak dimasukkannya ke dalam kabinet tokoh-tokoh Berkeley Mafia seperti S……………..
………………….
Miranda Gultom (kepala BI) dan Anwar Nasution (ketua BPK): untuk melindungi ORBA dari segi keuangan atas kasus BLBI, dan kasus besar lainnya (terutama di BUMN), agar sulit terungkap, padahal mengungkap KKN itu mudah sekali, cukup mempelajari histori rekening para pejabat dan tersangka secara mendalam dan tuntas, nah disinilah faktor keamanan regim Soeharto terjamin oleh Miranda Gultom dan Anwar Nasution;……….. (DONGANTS)

3. ………………..
Three Musketeer para wanita penyihir buruk rupa dan berhati culas ini adalah kombinasi sempurna sejahat-jahatnya Ibu Tiri bagi bangsa Indonesia.
…………………. (FERIZALRAMLI)
4. ……………………….
Agenda rapat: pembahasan permasalahan PT Bank Century, tbk.
Tempat rapat: Gedung Djuanda I, lantai 3, Jl Dr Wahidin Raya no 1, Jakarta.
Peserta rapat pertama berjumlah 30-40 orang, diantaranya:

1. Gubernur Bank Indonesia
2. Boediono selaku Anggota KSSK
3. Miranda Gultom (Deputi Gubernur Senior BI)
4. Sekretaris KSSK Raden Pardede
5. Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Bank Ardhayadi Mitroatmodjo
6. Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan Perbankan dan Stabilitas Perbankan Siti Ch Fajriyah
7. Deputi Gubernur BI bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulia, Sekretaris Jenderal
8. Departemen Keuangan Mulia P Nasution, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu
9. Direktur Jenderal Anggaran Darmin Nasution
10. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang
11. Direktur Jenderal Perbendaharaan
12. Ahmad Fuad Rahmany (Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan)
13. Rudjito (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan/LPS)
14. Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif LPS)
15. UKP3R Marsilam Simanjuntak
16. Agus Martowardjojo (Dirut Bank Mandiri)
17. Komisaris Utama Bank Mandiri
18. Robert Tantullar (Menunggu di ruang kosong lantai II) ……………. (KABARNET)

5. ………………….
Demikian juga Miranda. Dia tercatat hadir dan menyetujui hasil RDG I. Khusus poin itu, publik tentu sulit melupakan skandal lain yang terkait dengan penyerahan diri dan pengakuan Agus Chondro ke KPK perihal pemilihan deputi senior BI. Apakah KPK mempertimbangkan penetapan dua mantan dewan gubernur itu sebagai tersangka ke depannya? Ini adalah ujian terpenting dalam konteks penuntasan kasus besar di jantung institusi perbankan Indonesia.
………………. (GAGASANHUKUM)

6. ……………………………
Di koran Tempo hari ini, saya menemukan satu artikel yang biasa saja namun menyisakan tanda tanya itu. Artikel berita itu – di halaman A15 – bertajuk “Boediono tidak hadir, Rapat DPR batal”. Rapat batal padahal telah hadir Menkeu Sri Mulyani dan Deputy Gubernur Miranda Gultom. Walah, tingkah apa lagi yang dilakukan oleh anggota DPR.

Belum habis satu masalah, apa yang diberitakan koran Tempo itu memperlihatkan suatu keburukan formalitas orang Indonesia di parlemen. Jika Gubernur BI tidak bisa datang, lalu buat apa ada Deputy Gubernur? Bukankah dia datang tidak hanya sebagai pembantu Gubernur, tetapi sebagai wakil dari Gubernur jika Gubernur berhalangan. Lagian Miranda bukan hanya Deputy Gubernur, tapi sudah Deputy Gubernur Senior. Apakah undang-undang mengharuskan demikian?
………………………. (RIFKIFERIANDI)

7. ……………….
Hingga kini rekaman itu belum dibuka. Bambang meminta agar Miranda, Robert, dan Sri Mulyani dihadirkan dalam rapat Pansus. “Miranda sepertinya memegang peranan penting dalam rapat KSSK penentuan bailout Century,” imbuhnya…………………. (FORUMPEDULIDEMOKRASI)

8. ………………………….
Kasus terakhir pengakuan Agus Condro atas terima travel cek dari
Miranda Gultom yang tak diakui rekan-rekan sefraksinya yang bila
dilihat semacam suap pada waktu pemilihan Deputy Gubenrnur Bank
Indonesia.
…………. (DENI3WARDANA)

9. …….
Agus Condro, Politisi asal PDIP mengaku menerima traveller cheque senilai 500 juta rupiah setelah Miranda Gultom terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Hal yang sama juga diterima oleh seratusan anggota dewan lainnya.
…………………. (BEWEGALERI)

BERSAMBUNG DI EPISODE BERIKUTNYA…….
BERPELUKAN…. SALAAAAAAAM……….

Iklan

14 Desember 2009 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Media paling senang mendengar pejabat bertengkar, menurut saya penyelesaian efektif dan efisien, kita undang pejabat yang bertengkar ke gedung Balai Sarbini, atau GOR Bung Karno, kemudian kita gunakan Uya Kuya atau Romi Raffael atau Deddy Corbuzier, biar mereka bongkar kejujuran atau kebohongan secara terbuka, transparan dan akuntabel

    ———————
    Arief: ide yang bagus dan unik… setuju untuk Pak Herman.

    Komentar oleh herman | 15 Desember 2009 | Balas

  2. […] – Kasus Bank Century sampai Abu Rizal Bakri kemudian Miranda Gultom serta Robert Tantular hingga Mafia… […]

    Ping balik oleh Sempurna : Anggito Abimanyu Dilantik Jadi Wakil Menteri « ARIEFMAS's WEBLOG | 6 Januari 2010 | Balas

  3. […] Mengikuti pemberitaan akhir-akhir ini, sudah kurang begitu ngeh. Masih ingat setahunan yang lalu mengikuti pemberitaan kasus Century, bahkan dengan kategori tersendiri, toh akhirnya mengalir ke laut. […]

    Ping balik oleh Nazaruddin : Memangnya Bisa kalahkan SBY Tanpa Duit ? | Ariefmas's Weblog | 11 Juli 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: